Pemkot Tasik Belum Serius Atasi Lingkungan, Setiap Hujan Pasti Banjir

145
0
AUDIENSI. Mahasiswa dari BEM FAI Unsil Tasikmalaya menyoal kondisi lingkungan Kota Tasikmalaya dalam audiensi di Ruang Rapat Bamus DPRD Senin siang (26/10). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi (BEM FAI Unsil) mendesak Pemkot Tasikmalaya mulai serius dalam penanggulangan kondisi lingkungan.

Hal itu Ditandai dengan kerapnya terjadi genangan saat curah hujan tinggi serta kurang seriusnya penanggulangan masalah sampah di Kota Resik.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup BEM FAI Unsil Indra Nur Iman mengungkapkan terjadinya genangan air atau cileuncang merupakan salah satu output kurangnya perhatian pemkot dalam pengelolaan lingkungan. Sebab, di sejumlah titik yang ditemukan mahasiswa, terjadi sumbatan dan tumpukan sampah di irigasi serta anakan sungai.

“Selain sejumlah ruas kota terjadi genangan, penyakit juga tinggi. Di kita, kasus DBD melambung tinggi dibanding Covid-19,” ucapnya usai audiensi di ruang badan musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya Senin Siang (26/10).

Dia mengatakan perlu edukasi publik secara masif dan penyisiran oleh petugas pemkot terkait titik-titik timbulan sampah, terutama di saluran air.

Menurutnya, akan sia-sia apabila infrastruktur kota terlihat kokoh dan gegap gempita dari kasat mata, tetapi secara fungsi sangat minim lantaran aspek lingkungan dan saluran-saluran perairannya tidak dikelola serius.

“Kami mendesak langkah serius, apabila ini dibiarkan terus mau seperti apa mengingat kondisi curah hujan kian tinggi belakangan ini,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin MH mengakui sering mendapati sejumlah saluran irigasi ditemukan sampah dan memicu genangan air. Bahkan ia pernah menyaksikan langsung dimana terdapat saluran drainase tersumbat bekas kasur.

Baca juga : Polresta Tasik Mulai Operasi, Pengendara Harus Lengkapi Surat-Surat & Petugas Jangan Arogan

“Maka pada pembahasan kebijakan umum anggaran 2021, terdapat program pengendalian banjir. Kita akui ini sudah diperlukan pengawasan khusus,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya Mujadi tidak memungkiri kerap terjadinya genangan air di sejumlah ruas jalan. Ia mengakui, selain terjadi sumbatan saluran oleh sampah, juga kurangnya resapan air di sejumlah titik.

Nyaris seluruh ruas jalan sampai dengan gang sudah diaspal.

“Jadi resapan air berkurang. Imbasnya, curah hujan tinggi tak tertampung dan kemudian meluap,” kata Mujadi.

Pihaknya sudah menyiapkan pemberdayaan tenaga harian lepas dalam memonitoring 15 titik rawan genangan air. Namun, juga diperlukan pengawasan serupa dari Bidang PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya.

“Sebetulnya kewenangan kita, ketika sampah di sungai atau saluran air disimpan di darat. Tetapi, kadang masih di sungai juga kami turut bersihkan,” ujarnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.