Pemkot Tasik Beri Bantuan Hukum untuk Wali Kota yang Ditahan KPK

107
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memberikan bantuan hukum untuk penanganan kasus yang dihadapi Wali Kota Tasikmalaya, BBD.

Saat ini, Wali Kota Tasikmalaya itu menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pengaturan anggaran daerah.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan bagian hukum di Pemkot Tasik untuk membatu penanganan kasus BBD.

Lantaran Wali Kota sudah memiliki tim pengacara pribadi, Yusuf menambahkan, tim hukum Pemkot Tasikmalaya tak bisa secara langsung menangani kasus itu.

“Sudah kita tugaskan bagian hukum untuk berkoordinasi dengan pengacara beliau,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (27/10).

Diketahui sebelumnya, KPK melakukan penahanan kepada Wali Kota Tasikmalaya yang berstatus sebagai tersangka dalam kasus suap pada Jumat (23/10) sore.

BBD ditahan setelah lebih dari satu tahun ditetapkan sebagai tersangka. KPK menetapkan BBD sebagai tersangka pada 26 April 2019.

BBD diduga memberikan hadiah kepada salah satu pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo, setelah dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2018 yang diajukan Pemkot Tasikmalaya ke pemerintah pusat berjalan lancar.

Sedangkan Yaya Purnomo telah dijatuhi vonis hukuman penjara selama 9 tahun lantaran terbukti melakukan korupsi terkait pengurusan anggaran daerah.

Atas perbuatannya, tersangka BBD disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tersangka BBD akan ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 23 Oktober 2020 hingga 11 November 2020 di Rutan KPK Cabang Gedung ACLC KPK Kavling C1.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.