Pemkot Tasik Berlakukan Jam Malam, Lewat Jam 21.00 Kegiatan Dibubarkan

4246
4
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Gugus Tugas mulai hari ini (29/9) memberlakukan aturan jam malam.

Hal ini, untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 yang terus meningkat di Kota Resik. Aktivitas usaha dan kegiatan masyarakat dibatasi sampai pukul 21.00.

Juru Bicara Gugus Tugas Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan menyebutkan untuk penggunaan masker masyarakat sudah lebih tertib. Namun untuk jaga jarak sampai saat ini terbilang masih diabaikan.

Baca juga : Screenshot Video Hot Janda Muda Warga Manonjaya Tasik Disebar Mantan Pacar, Korban Lapor Polisi

“Padahal jaga jarak juga sangat penting untuk terhindar dari Covid-19,” ungkapnya kepada Radar, Senin (28/9).

Maka dari itu, pihaknya berupaya untuk meminimalisir potensi-potensi penularan. Yakni dengan menghentikan segala aktivitas yang memicu kerumunan. “Karena ketika berkerumun, jaga jarak sering diabaikan,” terangnya.

Pihaknya pun mulai memberlakukan pembatasan aktivitas malam sampai jam 21.00. Lewat dari jam tersebut masyarakat tidak boleh lagi beraktivitas terkecuali untuk kepentingan-kepentingan tertentu. “Kalau mau ke apotek atau ke fasilitas kesehatan ya masih boleh,” ujarnya.

Selain itu, aktivitas usaha pun harus dihentikan di jam tersebut. Ini juga ada pengecualian untuk aktivitas layanan kesehatan, SPBU dan aktivitas tertentu lainnya.

“Sebelumnya kan sampai jam 23.00, sekarang kita batasi sampai 21.00,” katanya.

Dia pun menginstruksikan petugas patroli untuk lebih tegas. Jika memang ada aktivitas usaha atau kerumunan warga maka sesegera mungkin dibubarkan. “Tim patroli harus lebih tegas lagi di lapangan,” ujarnya.

Disinggung soal rencana karantina mikro, hal itu belum diterapkan oleh Gugus Tugas. H Ivan mengatakan kebijakan tersebut perlu pembahasan lebih lanjut lagi.

“Itu masih kita bahas, karena kita perlu tahu secara pasti penyebaran dari hasil tracking pasien,” katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Kota Tasikmalaya, pasien positif kembali bertambah 3 orang. Kini jumlah total pasien mencapai 113 orang dengan pasien aktif sebanyak 45 orang.

Di wilayah Jawa Barat, tingkat kematian pasien Covid-19 terbilang paling tinggi. Hal itu diakui H Ivan, namun bukan berarti yang terbanyak kasus meninggalnya.

“Itu hitungan persentase dari jumlah pasien positif, kalau temuan pasien lebih banyak persentasenya juga lebih kecil,” pungkasnya.

Sementara itu, sampai Senin (28/9), total pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kota Tasikmalaya mencapai 2.733 orang. Mereka tidak mengenakan masker saat di ruang publik.

Kepala Bidang Trantibum Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah mengatakan mayoritas pelanggar dikenakan sanksi sosial. Seperti membersihkan lingkungan.

Ada juga yang memilih sanksi denda. Jumlahnya 149. Sebanyak 44 orang diberikan tindakan secara tertulis, karena telah mengulangi pelanggaran. “Empat belas kafe juga sudah kita tutup sementara karena buka melebihi jam operasional,” ungkap dia kepada radartasik.id, Senin (28/9/2020) di kantornya.

Sampai saat ini, kata Yogi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya terus melakukan patroli penegakan protokol kesehatan. Mereka masih mendapati warga yang tak menggunakan masker saat di ruang publik.

Masyarakat yang terjaring razia mengaku tidak mengenakan masker karena berbagai alasan. Seperti lupa membawa masker dan alasan dekat dengan rumah mereka.

“Namun bagi kami, tidak alasan untuk memberikan tindakan bagi masyarakat yang kedapatan di luar rumah tidak menggunakan masker, tetap kami berikan sanksi,” ujar dia.

“Harapan kami dengan gencarnya penindakan terhadap para pelanggar itu, masyarakat terus berubah dengan sadar menggunakan masker saat berada di luar rumah,” jelas Yogi.

Dibandingkan awal pandemi, kata Yogi, jumlah pelanggar prokes saat ini lebih sedikit. “Apalagi saat ini masyarakat sudah lebih disiplin dalam penggunaan masker dibandingkan dengan awal-awal adanya penindakan,” ujar dia.

Baca juga : Warga Sukarindik Kota Tasik Ini Jualan Sabu dengan Sistem Tempel, Ditangkap Polisi

Ke depannya, agar masyarakat di Kota Tasikmalaya menerapkan atau disiplin dengan penggunaan masker, Gugus Tugas akan meminta tokoh masyarakat ikut serta dalam sosialisasi dan terus mengingatkan penerapan protokol kesehatan.

“Saat ini kebutuhan akan masker menjadi nomor satu dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya yang kondisi kasusnya terus meningkat,” ungkap dia. (rga)

Loading...
loading...

4 KOMENTAR

  1. Lbh baik kasih no yg dpt dihubungi agar masyarakat bs membantu mealporkan kerumunan >jam 21:00, semoga kota Tasikmalaya segera terbebas dari covid.19…amin 🙏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.