Pemkot Tasik Berupaya Tekan Sebaran Corona, Sejumlah Warga Masih Abai

3177
3

CIHIDEUNG – Meski Pemkot Tasikmalaya sudah melaksanakan beragam upaya menekan risiko penyebaran Covid-19, sejumlah masyarakat tampak masih abai.

Mereka belum menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah untuk menekan risiko penyebaran wabah tersebut.

Baca juga : Alumni UBK Tasik Jadi Relawan Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta

Aktivis Mahasiswa Tasikmalaya Fathurochman menilai masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait pandemi Covid-19 di Kota Resik ditandai dengan masih ramainya aktivitas di titik tertentu.

“Sosialisasi memang sudah ditempuh, tetapi warga masih banyak yang abai,” kata dia kepada Radar, Senin (27/4).

Menurutnya, masyarakat masih belum memahami edaran dan edukasi yang sudah disampaikan pemerintah.

Loading...

Sebab, tingginya volume masyarakat ketika sore hari ngabuburit, apalagi ketika cuaca tidak hujan. Beberapa tidak mengenakan masker dan malahan cenderung menongkrong di titik tertentu.

“Perlu ada ketegasan dari pemerintah. Salah satunya dengan tidak boleh adanya berjualan, bukan berarti harus memutus pendapatan masyarakat karena ketika ada berjualan atau pasar kaget di beberapa titik merangsang kerumunan,” tuturnya memaparkan.

Dia memahami kebutuhan masyarakat di tengah pandemi ini, otomatis melonjak. Itu mengingat penghasilan beberapa lini usaha mengalami penurunan, karena berbagai dampak dari Covid-19.

“Tetapi, pemerintah kan sudah menyiapkan bantuan. Ini bukan kaitan rezeki saja, namun keselamatan bersama penting maka perlu mengindahkan imbauan pemerintah,” ujar mahasiswa Universitas Siliwangi Tasikmalaya tersebut.

“Kalau pun bantuan masih belum terdistribusi dengan ideal, masyarakat lain yang lebih mampu kita harap dapat mengulurkan kepedulian bergotong-royong minimal membantu warga di sekitarnya,” lanjut Fathur mengajak.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Dinas Satpol PP Kita Tasikmalaya Yogi Subarkah mengatakan, pihaknya sejak hari pertama Ramadan sudah menyisir sejumlah titik potensial kerumunan masyarakat.

Penyisiran tersebut dilaksanakan di kala menjelang waktu buka puasa.

“Kami sejak awal sudah terjunkan anggota ke lokasi, kita imbau berkali-kali pun alasan warga tetap urusan penghidupan,” keluh Yogi.

Dia menjelaskan apabila pihaknya menyiagakan personel berjaga di seluruh titik keramaian yang mulai tersebar ke setiap wilayah kecamatan, rasanya sulit. Sebab, beberapa titik krusial pun harus dilaksanakan pengamanan sementara jumlah personel terbatas.

“Untuk meng-cover pusat kota pun kita tidak sanggup semuanya. Kita harap unsur kewilayahan pun turut memberi pengertian dan imbauan bagi masyarakat, terutama tokoh masyarakat setempat ketika semua sinergis insyaallah bisa meminimalisir,” kata dia memaparkan.

Baca juga : Enzo Wallpaper Kota Tasik Bisa Percantik Dinding Rumah dalam Sekejap

Pihaknya berencana menggandeng kecamatan untuk mengurai persoalan tersebut. Sebab, beberapa titik di ruas jalan tertentu menjadi primadona orang berkerumun. Tidak lagi terfokus di pusat-pusat ruang terbuka kota saja.

“Sebab apabila mengandalkan patroli pun, ketika patroli selesai penertiban mereka tumpah lagi kelihatannya,” tuturnya. Yogi menganalisa fenomena tersebut lantaran sejumlah titik di pusat kota ditutup untuk menekan potensi kerumunan warga. Otomatis, masyarakat yang hendak ngabuburit menyebar ke wilayah pinggiran. (igi)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

  1. Maaf sebelumnya, untuk pendistribusian bantuan mohon lebih di benahi lagi, karena warga di rw kami pengajuan seluruh warga yang mendaptkan bantuan hanya kurang dari 10, kalau terus seperti ini pasti warga banyak yang mengeluh, juga kasian sasaran warga yang tidak menerima yaitu kepada RT dan RW , sedangkan RT dan RW bukan yang menentukan siapa” yang menerima …

  2. Ya benar banyak kecoa nya tuch d jalannya a
    Jangan gtu lah kasikan saja ke orang yg benar2 langsung membutuhkan nya Tuhan jangan begitu2 bgt lah Tuhan pasti melihat g nutup mata koq bersabarlah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.