Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.7%

Pemkot Tasik Diminta Tindak Tegas Pelanggar PSBB

617
0
PATUH. Pecinta olahraga tenis menghentikan aktivitas olahraganya setelah diingatkan oleh petugas dari UPTD Pengelola Komplek Dadaha, Kamis (7/5). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Pemerintah Kota Tasikmalaya diminta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara maksimal.

Dengan menindak tegas warga yang melanggar batasan aktivitas usaha ataupun kegiatan di ruang publik.

Baca juga : Senin 11 Mei Bantuan Tunai untuk Warga Kota Tasik Dibagikan, Pejabat Haram dapat Honor Covid-19

Tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya AKBP (Purn) Yono Kusyono mengaku mendapat keluhan dari sejumlah pelaku usaha. Pasalnya, masih ada toko-toko non sembako yang tetap beroperasi.

“Mereka tokonya sudah tutup, tapi ternyata yang lain masih dibiarkan tetap buka. Saya harap Pemkot tidak pilih-pilih” ungkapnya kepada Radar, Kamis (7/5).

Menurutnya, sikap pemkot yang tidak tegas akan menimbulkan kecemburuan sosial. Pada akhirnya mereka bisa melakukan perlawanan dengan memaksa membuka tokonya kembali.

“Kalau yang lain dibiarkan tetap buka, yang tadinya sudah tutup akhirnya buka kembali,” terangnya.

Selain itu, pemblokiran akses di sejumlah persimpangan jalan pun diminta untuk melibatkan tokoh warga setempat.

Karena petugas tidak bisa memilah mana warga sekitar dan mana yang bukan.

“Kan kasihan warga sekitar yang lupa enggak bawa KTP jadi ribet hanya untuk pulang ke rumah,” katanya.

Selain bidang usaha, aktivitas masyarakat di ruang publik pun masih belum patuh sepenuhnya. Di antaranya masih banyak warga yang tidak menggunakan masker.

Kemarin petang, UPTD Dadaha pun menemukan ada aktivitas olahraga di lapangan tenis.

Padahal semua fasilitas olah raga di Dadaha untuk sementara ditutup untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19.

Pada saat diingatkan untuk berhenti, mereka seketika langsung menghentikan aktivitas olahraga tersebut.

Namun salah seorang dari mereka mengeluh karena tetap menjaga jarak sehingga tidak berpotensi terjadi penularan.

Terpisah, Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengakui bahwa belum sepenuhnya masyarakat patuh.

Untuk bidang usaha, dia menganggap para pemilik toko masih kebingungan. “Mungkin karena aturan sebelumnya dianggap belum jelas,” katanya.

Baca juga : Diduga Positif Corona, Tersangka Miras Oplosan Ditolak Ditahan di LP Tasik

Maka dari itu, dia mengeluarkan surat edaran yang mencantumkan jenis usaha perdagangan barang dan jasa yang diizinkan beroperasi.

Diharapkan dengan surat edaran tersebut, para pelaku usaha bisa lebih paham. “Sudah kita sosialisasikan juga surat edarannya,” terang Ivan. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.