Pemkot Tasik Disanksi Pemerintah Pusat, Dewan Ngaku Heran

4843
0

INDIHIANG – DPRD Kota Tasikmalaya mengaku heran dengan sanksi pemerintah pusat ke Pemkot Tasikmalaya yang kemungkinan menunda pencairan dana alokasi umum (DAU).

Padahal penyesuaian anggaran penanganan Covid-19 telah dibahas beberapa kali antara Pemkot dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Baca juga : Polisi di Kota Tasik Patroli Sahur, Bagikan Nasi di Jalan Raya

“Kan sudah beberapa kali dikaji aturannya, kok masih bisa ada kesalahan,” ujar anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan H Dodo Rosada, Senin (11/5).

Tak hanya merasa aneh, Dodo juga menilai ada kekurangcermatan saat penyesuaian anggaran penanganan Covid-19.

Karena ancaman sanksi dari Kementerian Keuangan terkait penundaan DAU triwulan II tahun 2020 bukan tanpa alasan.

“Apa karena kurang cermat, lalai atau memang kurang patuh,” tanyanya heran.

Politisi yang juga anggota Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya itu menyebutkan bahwa DAU diantaranya untuk dipakai belanja pegawai.

Jika sampai DAU triwulan II ditunda, secara otomatis gaji PNS pun menurutnya terancam tertunda. “Kalau DAU berarti urusannya dengan gaji para pegawai,” tuturnya.

Pihaknya berharap upaya klarifikasi Pemkot soal laporan penyesuaian anggaran Covid-19 ini bisa membuahkan hasil yang baik. Karena jika sanksi tersebut benar-benar terjadi akan berdampak besar terhadap kinerja ASN.

“Masalah gaji itu efeknya besar, termasuk pelayanan pasti terganggu,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada pemerintah pusat soal penyesuaian anggaran penanganan Covid-19.

Dia tidak ingin jika sampai DAU untuk Kota Tasikmalaya harus ditunda. “Sudah kami sampaikan kemarin ke pusat,” ungkapnya.

Disinggung titik kesalahan yang dilakukan pemerintah kota, H Budi menyangkalnya. Menurutnya, hal itu karena ada beberapa kekurangan dalam pelaporan ke pusat.

“Jadi ditangguhkan sebelum melengkapi data-data,” tuturnya.

Pemkot pun sudah mulai melengkapi kekurangan data dalam pelaporan tersebut. Persoalan ini pun terjadi di pemerintah daerah lainnya khususnya di Jawa Barat.

“Bahkan pemerintah provinsi pun mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Beberapa daerah, sebelumnya, mendapat sanksi dari Kementerian Keuangan terkait penyesuaian anggaran penanganan Covid-19.

Hal ini mengakibatkan kucuran dana alokasi umum (DAU) untuk triwulan kedua tahun 2020 dari pemerintah pusat terancam ditunda untuk waktu yang belum ditentukan.

Hal itu diakui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan.

Dia mengaku sudah mendapat informasi soal keputusan pemerintah pusat tersebut. Namun pihaknya merasa penyesuaian anggaran dilakukan Pemkot untuk penanganan Covid-19 sudah berdasarkan petunjuk dari pusat.

“Pelaporannya pun kita lakukan tepat waktu,” ungkapnya saat dikonfirmasi Radar, Minggu (10/5).

Sekda mengaku belum mengetahui letak permasalahan dari laporan penyesuaian anggaran penanganan Covid-19 yang dimasalahkan pusat.

Namun, dia menduga, ada hal-hal yang eror sehingga membuat kesalahpahaman. “Karena pelaporannya kan secara nasional menggunakan sistem, jadi mungkin ada miss,” tuturnya.

Maka dari itu, dia sudah berkomunikasi dengan Wali Kota terkait permasalahan dengan pemerintah pusat tersebut. Rencananya Pemkot meminta klarifikasi kepada Kementerian Keuangan terkait penyesuaian anggaran penanganan Covid-19.

“Nanti kita minta klarifikasi juga supaya kami pun tahu apa yang salahnya,” ujarnya.

Adapun DAU bagi setiap daerah jumlahnya berbeda-beda. Itu tergantung dengan beberapa indikator. Jumlahnya sendiri bukan uang yang sedikit dan sangat membantu pendanaan di Pemkot. “Untuk Kota Tasik lumayan, sekitar Rp 800 miliar,” tuturnya.

Baca juga : Data Penerima Bantuan di Kota Tasik Amburadul, Kok Bisa?

Jika sanksi tersebut benar-benar diberikan kepada pemerintah Kota Tasikmalaya maka dampaknya cukup berat. Pasalnya DAU sendiri sebagian besar digunakan untuk belanja pegawai yang meliputi gaji dan tunjangan baik PNS maupun non-PNS.

“Jadi dampaknya berat juga, karena belanja pegawai dari situ,” tutur Sekda. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.