Pemkot Tasik Dorong Perusahaan Swasta Bentuk Mitigasi Pencegahan Covid-19

53
0
Ist EDUKASI. Tim Satgas Covid-19 dan Disnaker Kota Tasikmalaya saat menyosialisasikan PPKM di PT Panjunan Jalan Ir H Juanda, Kamis (21/1).
Loading...

INDIHIANG – Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong pihak swasta melaksanakan mitigasi dan pencegahan risiko penularan Covid-19, di internal masing-masing perusahaan.

Sebab, sinergitas diperlukan dalam upaya penanganan pandemi yang sudah berlangsung sekitar 10 bulan terakhir ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covi-19 Kota Tasikmalaya sekaligus Sekretaris Daerah Drs H Ivan Dicksan bersyukur adanya inisiasi dari Mayasari Grup dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di internal perusahaannya.

Melalui kegiatan yang digagas Yayasan Mayasari Bakti Utama (YMBU), yakni pendeteksian terhadap karyawan perusahaan yang hasilnya dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Alhamdulillah, kita berterimakasih adanya perusahaan swasta yang turut bergerak melaksanakan mitigasi di internalnya, diharapkan pihak swasta lain tergerak melakukan hal serupa minimal di internal perusahaan dan lingkungan sekitar,” ujarnya kepada Radar, Kamis (21/1).

loading...

Sejatinya, kata dia, setiap tempat usaha atau instansi diperbolehkan beraktivitas di masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, dengan catatan harus memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga : Stop Pandemi, Mayasari Grup Inisiasi Mitigasi Covid-19 di Kota Tasik

“Maka ketika ada yang berbuat lebih, sampai dengan mentracing karyawannya sendiri, itu membantu kami dalam upaya pendeteksian cepat agar penanggulangannya juga cepat. Sehingga mengantisipasi paparan terhadap karyawan lain mau pun lingkungannya,” kata Ivan membeberkan.

Menurutnya, selama dua pekan terakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Resik cenderung landai.

Hal itu berkat kerjasama semua pihak sehingga status daerah menurun menjadi zona orange. “Nah kita harap pihak-pihak lain juga bisa turut menjaga dan ketika itu terwujud insya allah daerah kita bisa sedikit demi sedikit ke zona yang lebih aman,” harapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya H Rachmat Mahmuda. Menurutnya, meski belum terjadi klaster perusahaan atau industri selama masa pandemi, pihak swasta harus tetap menjaga risiko penyebaran corona di internal masing-masing.

“Apalagi di masa PPKM ini, sesuai arahan Pak Plt Wali Kota H Muhammad Yusuf, setiap SKPD agar meningkatkan sosialisasi dengan stakeholdernya masing-masing dalam penerapan protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia menjelaskan pada kesempatan tersebut, pihaknya terjun untuk mengecek prokes di perusahaan sambil menyosialisasikan PPKM di PT Panjunan yang merupakan distributor besar di wilayah Priangan Timur.

“Tadi juga kami bersama Kodim dan Polres menyosialisasikan PPKM. Di sana sudah terapkan prokes dengan ideal hanya masih ada beberapa kekurangan yang harus dipenuhi dan ditaati,” ungkap Rachmat.

Dia berharap ketika pihak swasta sama-sama berupaya menekan risiko penyebaran corona di wilayah kerja masing-masing. Tren kasus terkonfirmasi positif terus merosot dan menempatkan Kota Tasikmalaya ke zona aman risiko penyebaran.

“Sehingga geliat aktivitas jasa usaha bisa kembali optimal. Karena pandemi ini tidak bisa mengandalkan pemerintah saja, melainkan sinergitas semua elemen termasuk pihak-pihak swasta,” harapnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.