Pemkot Tasik Harus Cermat dan Gerak Cepat

111
0

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya H Murjani MM merinci dampak finansial dari wabah Covid-19 sangat terasa, terhadap sektor yang bergantung pada perdagangan dan pergerakan bebas masyarakat.

“Paling terpapar, seperti penumpang maskapai penerbangan, pengiriman, penginapan, penyewaan kendaraan atau transportasi, lembaga keuangan seperti leasing dan liburan meliputi jalur pelayaran dan restoran,” kata Murjani merincikan.

Baca juga : Di Kabupaten Tasik, Shalat Tarawih tak Dilarang tapi Harus Ini..

Penurunan tersebut, kata dia, lantaran imbauan di rumah saja yang digaungkan pemerintah. Pembatasan perjalanan dan mobilisasi masyarakat membuat harga komoditas merosot secara signifikan. “Yang paling tertekan akibat wabah virus corona Covid-19 yaitu rumah tangga, UMKM dan sektor keuangan karena masyarakat tidak ada kemampuan melakukan suatu pembayaran, karena tidak ada penghasilan,” analisisnya.

Politisi Gerindra itu menyebut meski beberapa sektor mengalami penurunan, masih terdapat sektor yang dapat bertahan dengan kondisi saat ini, yakni telekomunikasi. Termasuk sektor konsumer, menjadi sektor yang paling aman mengingat kebutuhan pokok selalu dibutuhkan oleh masyarakat. “Bahkan terdapat beberapa kebutuhan pokok yang tingkat permintaannya justru lebih tinggi ketimbang saat kondisi normal,” kata dia.

Murjani menceritakan hasil diskusi dan rapat kerja dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan memunculkan langkah strategis yang dapat dilakukan. Terutama dalam menjaga keberlangsungan pangan dan memastikan pasokan aman. “Sekarang ini akan masuk bulan puasa dan dilanjutkan Lebaran sebagai peak season, yang ditunggu-tunggu. Untuk itu, perlu pemerintah mendorong program-program pertanian anggarannya jangan dipotong justru ditambah melalui realokasi,” saran Murjani

Loading...

Kemudian, lanjut dia, masyarakat bisa menanam tanaman hidroponik. Semisal sayur mayur, ketika pemberlakuan imbauan di rumah saja, sehingga lebih produktif ketika berdiam di rumah, karena bisa memanen dalam waktu 18 sampai 25 hari, tergantung jenis tanamanya. “Atau hortikultura seperti cabai misalnya. Sehingga, lahan pekarangan bisa optimal dan menghasilkan uang saat kita di rumah saja,” kata dia

Pihaknya optimis meski terjadi penurunan tingkat ekonomi dibandingkan 2019, tahun ini masih dapat tumbuh 3 sampai dengan 4 persen. “Itu apabila Covid teratasi sampai Mei. Namun, kalau berkepanjangan maka bisa minus pertumbuhanya atau paling tinggi di 2 persen saja,” ujarnya.

Pada pembahasan anggaran beberapa waktu lalu, dirinya mewanti-wanti Pemkot tidak melakukan pemangkasan anggaran pertanian. Sebagaimana direncanakan setiap OPD mengalami efisiensi sesuai Surat Keputusan Bersama, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. “Anggaran pertanian harus ada bahkan ditambah, karena kalau tanam sekarang bisa panen akhir Juli atau Agustus 2020. Sedangkan September dan seterusnya, memasuki kemarau sehingga sektor pangan aman apabila wabah Covid-19 berkepanjangan,” katanya membeberkan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam meminta pemerintah lebih cermat, membaca situasi dan kondisi yang terjadi di publik, sehingga, informasi yang disampaikan tidak mengundang kepanikan dan kecemasan. “Sebab, kepanikan memacu gejolak sosial termasuk ekonomi. Semua memahami kondisi sedang sulit, maka perlu ada kejelian membaca situasi di samping menanggulangi wabah dan dampak dari wabah itu sendiri,” kata dia memaparkan.

Dia mengakui ekonomi saat ini mulai melesu. Di kala sebagian aktivitas dibatasi, karyawan dirumahkan serta sejumlah produksi usaha tersendat.

“Otomatis laju usaha pun sulit dan masyarakat bawah sangat bergantung bantuan dari pemerintah. Ini harus dipikirkan serius, sebab lapar itu tidak bisa dibesokkan,” ujarnya.

Ia meminta validasi data bantuan yang rencananya bakal didistribusikan kepada warga terdampak dari pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat mau pun Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Pengadaan di Setda Kabupaten Tasik Harus Diinvestigasi

Kemudian, sesegera mungkin bantuan tersebut disalurkan kepada masayarakat terdampak supaya persoalan lain tidak timbul. Salah satunya kegelisahan publik akibat kondisi serba sulit.

“Nah ini harus menjadi catatan. Kita harap validasi benar dan pendistribusian bagi peruntukannya bisa merata. Kita tidak ingin terjadi dampak lain dari Covid,” ujar politisi PKS itu. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.