Pemkot Tasik Kesulitan Menahan Laju Pemudik

7302
1
MEMERIKSA. Petugas di Posko Pengawasan Perbatasan Indihiang-Cisayong memeriksa suhu tubuh pemudik Selasa (7/4). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

INDIHIANG – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengaku kesulitan menahan laju pemudik agar tidak masuk ke Kota Resik ini. Padahal pemerintah telah mewanti-wanti agar warga Kota Tasik di luar kota, terutama dari zona merah, agar tidak mudik dulu.

Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman menyebutkan terjadi peningkatan orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP) dan positif Covid-19. Itu, karena, orang-orang dari zona merah Covid-19, seperti Bandung dan Jabodetabek, sampai Selasa (7/4), masih terus terjadi. Padahal pemerintah sudah menghimbau supaya warga tidak mudik ke kampung halaman.

Baca juga : Dukungan Bantuan untuk Tim Covid-19 Kota Tasik Terus Mengalir

“Memang sulit menahan kedatangan warga dari zona merah,” ujarnya saat memantau Pos Penjagaan di Perbatasan Indihiang-Cisayong, Selasa (7/4).

Namun, kata Wali Kota, pihaknya tidak bosan mengingatkan warga supaya memberitahukan kerabatnya yang ada di luar daerah untuk tidak pulang terlebih dahulu. Hal ini demi menekan penyebaran wabah virus ini. “Karena kita bagaimana pun ini demi keselamatan semua,” terang orang nomor satu di Pemerintah Kota Tasikmalaya ini.

Maka dari itu H Budi berharap ada langkah bijak dari masyarakat menyikapi situasi ini. Setiap warga perlu melindungi diri dari segala potensi penyebaran Covid-19. “Termasuk pakai masker kalau ke luar rumah, memang tidak nyaman tapi demi kesehatan,” tuturnya.

Loading...

Sampai Selasa (7/4), berdasarkan Data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, ada 9 kasus positif Covid-19, 15 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 800 orang dalam pemantauan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan penambahan kasus positif di Kota Tasikmalaya masih merupakan warga yang datang dari zona merah. Sejauh ini belum terdeteksi adanya persebaran antar warga lokal.

“Mudah-mudahan ke depannya juga tidak sampai ada transmisi lokal,” tuturnya.

Pihaknya belum bisa memprediksi kapan wabah ini sampai pada puncaknya. Karena tren saat ini masih terus mengalami peningkatan khususnya pasien positif. “Kami harapkan April kita sudah lewati masa puncak, tapi ini juga perlu kesadaran masyarakat,” terangnya.

Terkait peningkatan ODP, kebanyak­an merupakan hasil pendataan petugas di perbatasan. Karena warga yang datang dari zona merah otomatis dijadikan ODP dan dilaporkan ke Puskesmas tempat tinggalnya.

“Kalau dihalangi memang sulit, malaya solusinya kita data supaya terpantau,” katanya.

Baca juga : Pengusaha Tionghoa Tasik Hibahkan 1 Ha Lahan untuk Pemakaman Jenazah Corona

Kewaspadaan terhadap Covid-19 ini bukan hanya untuk orang yang mengalami gejala batuk dan gangguan pernafasan saja, karena Orang Tanpa Gejala (OTG) juga mempunyai potensi menularkan meski secara fisik sehat.

“Memang agak sulit kita mendeteksinya, makanya warga perlu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar dan tentunya menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat),” ujarnya menyarankan. (rga)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Pemkot tasik khususnya pol pp tdk melaksanakan monitiring pencegahan covid 19 sehingga masyarakat beraktifitas seperti biasa yang futsal ,mancing masih terus karena tdk ada larangan dan dipasar pasar juga pengunjung tdk pakai masker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.