Pemkot Tasik Revisi Usulan UMK 2021, Naikan 3,3%

263
0
Loading...

KOTA TASIK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah memutuskan besaran minimum kabupaten/kota (UMK) untuk 2021.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya masih melakukan revisi usulan kenaikan UMK yang telah ditetapkan itu.

Plt Wali Kota Tasik, HM Yusuf mengatakan, awalnya besaran UMK Kota Tasik 2021 tak mengalami kenaikan dikarenakan seluruh daerah di Jabar pada awalnya tak akan menaikkan UMK.

Namun, kenyataannya terdapat 17 daerah di Jabar yang memgalami kenaikan UMK.

Maka, pihaknya segera mengajukan revisi usulan dan diajukan kenaikannya.

Loading...

“Kita hitung lagi, akhirnya saya sudah kirim surat ke Gubernur ada kenaikan 3,3 persen,” ujar Yusuf kepada radartasikmalaya.com, Rabu (25/11) sore.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Tasik, Rahmat Mahmuda menuturkan, berdasarkan hasil audiensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasik dengan serikat buruh, UMK Kota Tasik ditetapkan mengalami kenaikan sebesar 3,333 persen.

Karenanya, Pemkot Tasikmalaya mengusulkan revisi UMK yang telah ditetapkan Pemprov Jabar.

“Kemarin kita sepakat naik 3,3 persen. Tadi sudah disampaikan usulan revisi itu ke Gubernur. Kalau usulan revisi itu disetujui, berarti akan naik,” tuturnya.

Sebelumnya, UMK Kota Tasik pada 2021 telah ditetapkan tak mengalami kenaikan dibandingkan tahun ini.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.774-Yanbangsos/2020 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021, UMK Kota Tasikmalaya sebesar Rp2.264.093,28. Angka itu sesuai dengan usulan Pemkot Tasik ke Pemprov Jabar.

Rahmat menjelaskan, usulan UMK itu ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan yang meminta daerah tak menaikkan upah pekerja.

Selain itu, berdasarkan hasil kajian Dewan Pengupahan Kota Tasikmalaya, kondisi ekonomi saat ini belum memungkinkan untuk UMK mengalami kenaikan.

“Namun dalam edaran itu dimungkinkan untuk evaluasi. Mangkanya kita evaluasi,” terangnya.

Ia menambahkan, selama belum ada revisi mengenai Keputusan Gubernur, UMK 2021 tetap berlaku sesuai yang telah ditetapkan sebelumnya. “Sekarang tergantung Gubernur,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tasik, Yuhendra Effendi mengatakan, sejak awal pihaknya memang telah menentang keputusan tak menaikkan UMK tahun 2021.

Sebab, menurut dia, keputusan tak menaikkan UMK hanya berlandaskan Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan, bukan peraturan perundang-undangan.” Karenanya kita meminta daerah merevisinya,” katanya.

Setelah melakukan audiensi dengan Forkopimda Kota Tasik, akhirnya disepakati UMK Kota Tasik 2021 mengalami kenaikan sebesar 3,333 persen.

Ia berharap, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dapat segera merevisi keputusan yang telah dikeluarkan.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.