Pemkot Tasik Siapkan Opsi PSBB Covid-19

2616
0
H Muhammad Yusuf Wakil Wali Kota Tasikmalaya

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya menimbang pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai opsi, untuk mencegah penularan Covid-19 yang meningkat dari hari ke hari.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf mengatakan tengah melakukan kajian dalam menentukan apakah Kota Tasik akan mengusulkan opsi PSBB atau tidak. “Namun, kajian tersebut masih menunggu analisa dari tim Dinas Kesehatan. Apakah kita perlu PSBB,” ujar Yusuf saat menghadiri penyerahan bantuan APD di Kantor Hiswana Migas DPC Priangan Timur, Senin (20/4).

Baca juga : 2,5 M untuk Pengadaan Alat Studio di Bagian Umum Pemkab Tasik Dinilak tak Rasional

Menurutnya, apabila kajian PSBB sudah siap, pihaknya segera melaksanakan pembahasan dengan unsur Forkopimda serta pihak terkait lainnya. Kemudian mengusulkan rencana itu kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mengeluarkan rekomendasi pemberlakuan PSBB. “Kalau nanti memungkinkan PSBB, kenapa tidak. Rencana ada, namun sedang kita analisis dulu, sebab Dinkes melihat kasus di kita belum sampai terjadi transmisi lokal,” kata dia.

“Kalau nantinya pusat merekomendasikan PSBB, tentu kita laksanakan seoptimal mungkin, demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat,” lanjut orang nomor dua di Pemkot Tasikmalaya ini.

Yusuf menceritakan dalam penanggulangan Covid-19 di Kota Tasik, saat ini fasilitas medis yang tersedia sangat terbatas. Setidaknya, hanya tersedia tiga rumah sakit yang dijadikan rujukan dalam merawat dan menangani pasien Covid-19. “Ruang isolasi kan di RS Islam baru kemarin efektif sudah terisi penuh. Maka kita juga siapkan segera Rusunawa Unsil, apabila jumlah terus bertambah,” keluhnya.

Dia pun mengimbau jelang Ramadan tahun ini, masyarakat sebaiknya melaksanakan tarawih di rumah masing-masing. Sebab, potensi penularan bisa terjadi di mana saja dengan tingginya angka Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Tasikmalaya. “Peta sebaran pun sampai sekarang tidak kami rilis. Namun, terbanyak positif itu di Kecamatan Tawang dan Cihideung. Diharapkan sosialisasi pemerintah diindahkan,” harap Yusuf.

Sebelumnya, satu tahap lagi, Kota Tasikmalaya masuk kategori Zona Merah Covid-19. Saat ini dengan jumlah penyebaran tercepat di Priangan Timur menempatkan Kota Resik sebagai daerah berisiko penularan paling tinggi.

“Saat ini kita masuk dalam zona berisiko sangat tinggi. Satu level lagi masuk kategori zona merah, ketika ada kasus transmisi lokal Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat kepada Radar, usai pembentukan Satgas Gugus Tugas Ulama Dalam Penanganan Covid1-9 di Kantor MUI Kota Tasikmalaya, Senin (13/4).

Baca juga : Prestasi Membanggakan yang Diraih Siswa Kreatif SMA Cipasung Tasikmalaya

Menurutnya, secara akumulasi jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien terkonfirmasi positif belum terjadi transmisi lokal. Karena mayoritas disebabkan dari pendatang atau warga yang memiliki catatan bepergian dari luar kota. “Insyaallah dan mudah-mudahan belum ada transmisi lokal. Kalau sudah ada itu, mau tidak mau, suka tidak suka, kita masuk zona merah,” katanya menjelaskan. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.