Honorer Daerah Gigit Jari

Pemkot Tasik Siapkan THR PNS Rp 33 Miliar

630
0
Ilustrasi

KOTA TASIK – Menyikapi Tunjangan Hari Raya (THR), Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengatakan pihaknya sedang memproses pencairan THR bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot.

“Informasinya, peraturan menteri keuangan (PMK) yang mengatur soal proses pencairan kan sudah ada. Tinggal menunggu dan kita sedang proses semoga bisa serentak di pertengahan Ramadan,” ungkapnya.

Adapun kebutuhan dana untuk dibagikan kepada PNS se-Pemkot, mencapai kisaran Rp 33 miliar.

Dia meminta para PNS membelanjakan tambahan penghasilan dengan bijak, apalagi menjelang Lebaran. “Pergunakannya dengan bijak. Supaya tidak berpengaruh terhadap inflasi daerah,” terangnya.

Terpisah, Bendahara Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI) Kota Tasikmalaya Dadang Gunawan mengatakan selama ini honorer tidak pernah dapat Tunjangan Hari Raya (THR) dari negara.

Jika pun ada hanya pemberian alakadarnya dari kantor masing-masing. “Kalau guru ya dari sekolah, kalau pegawai dinas ya dari kantor dinasnya. Enggak pernah dari anggaran pemerintah,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Minggu (27/5).

Maka dari itu, ketika pemerintah mengalokasikan triliunan rupiah untuk THR dan tunjangan PNS di hari Lebaran, honorer hanya bisa gigit jari.

Berharap pimpinan tempatnya mengabdi bisa menyisihkan uang untuk mereka. “Perhatiannya ke PNS terus, kapan ke honorer?” tukasnya.

Menurutnya, akan sangat menggembirakan jika ada alokasi khusus untuk para pegawai non-PNS yang sama-sama mengabdikan diri untuk masyarakat. “Cobalah anggaran hibah yang miliaran itu disisihkan untuk THR para honorer,” katanya.

Disinggung soal bidan dan dokter PTT serta penyuluh KB yang mendapat tunjangan, dia akui hal itu dikeluarkan oleh pemerintahan provinsi. “Honorer kan bukan hanya bidan dokter dan penyuluh saja, nasib yang lainnya juga harus diperhatikan,” pungkasnya.

Honorer Daerah Gigit Jari

Pemerintah akhirnya memutuskan memberikan THR (tunjangan hari raya) kepada tenaga honorer. Hanya saja, tidak semua honorer menikmati THR.

Informasi terkait pembayaran THR untuk tenaga honorer atau non-PNS disampaikan secara tertulis oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati Jumat malam lalu (25/5).

Dia mengatakan pemerintah sudah mengalokasikan anggaran THR untuk tenaga honorer instansi pusat. Jumlahnya mencapai Rp 440,38 miliar.

’’Saat ini satker (satuan kerja, Red) pemerintah pusat telah mulai memproses pembayaran honor untuk pegawai honorer tersebut sesuai ketentuan,’’ tutur perempuan yang dipanggil Bu Ani itu.

Sehingga diharapkan honorer penerima honor sekaligus menerima THR sebelum Idul Fitri.

Ada dua klasifikasi honorer instansi pusat yang mendapatkan THR. Yakni honorer yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) seperti Menteri, mendapatkan THR sesuai dengan ketentuan PP 19/2018 dan Peraturan Menteri Keuangan 53/2018.

Honorer kelompok ini seperti dokter pegawai tidak tetap (PTT), bidan PTT, dan penyuluh KB.

Berikutnya adalah tenaga honorer yang diangkat oleh kepala satker. Contohnya adalah supir, satpam, pramubhakti, sekretaris, dan sejenisnya. Mereka diberikan THR sesuai dengan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), kontrak kerja, dan surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai tenaga honorer.

Lantas, bagaimana dengan tenaga honorer di instansi pemerintah daerah (pemda)?. ’’Berdasarkan informasi dari Kemendagri, daerah tidak menganggarkan THR atau gaji ke-13 bagi non PNSD (pegawai negeri sipil daerah, Red),’’ tuturnya.

Alasannya adalah honor bagi tenaga honorer daerah melekat pada setiap kegiatan. Kemudian untuk guru honorer daerah ketentuannya berbeda lagi. Pemda diberikan kewenangan mengucurkan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) kepada para guru honorer.

Pada praktiknya ada pemda yang memberikan TPP tetapi juga ada yang tidak memberikannya. Alasannya guru sudah mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) atau tunjangan khusus guru di daerah terpencil (TKG).

(wan/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.