Pemkot Tasik tak Mampu Benahi Jalan & Saluran Air, Warga Sukamaju Kaler Gotong Royong

202
0
Istimewa KERJA BAKTI. Karang Taruna Kelurahan Sukamaju Kaler membenahi jalan ambruk dan saluran air yangtak kunjungi dibenahi oleh pemerintah, Selasa (22/9).

INDIHIANG – Akibat tak kunjung diperbaiki pemerintah, gapura di jalan Simpang Parakan Honje (Parhon) Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang akhirnya diperbaiki oleh warga sekitar sejak Minggu (20/9).

Mereka secara swadaya berinisiatif memperbaiki badan jalan dan saluran air yang kerap membuat kemacetan sejak tiga bulan lalu.
Padahal, sebelumnya dinas teknis sudah melakukan pengecekan dan pengukuran.

Baca juga : Miras Disita, Pria Warga Cihideung Kota Tasik Ini Labrak Gerbang Markas Polisi

Bahkan, Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung meninjau lokasi tersebut. Namun, setelah hampir tiga bulan pasca gapura dan tembok aliran air roboh, tak juga ada perbaikan.

Pengurus Karang Taruna Kelurahan Sukamaju Kaler, Heru Rohmania mengatakan pihaknya bukan tidak sabar menunggu aksi nyata dari pemerintah. Hanya saja, mereka tidak bisa tinggal diam, apabila persimpangan tersebut tak juga dibenahi, khawatir menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Sebab, beberapa waktu lalu ada anak terserempet di sini, setelah turun dari angkutan. Karena badan jalan nyaris seperempatnya tidak bisa digunakan melintas,” ujarnya kepada Radar, Selasa (22/9).

Menurutnya, setelah beberapa kali dikunjungi pemerintah, mulai dari dinas teknis bahkan Komisi III DPRD. Kondisi jalan dan saluran air tak kunjung ada pembenahan.

Minimal memasang pagar atau rambu semi permanen, supaya pengguna jalan tidak terjeblos ke jalan yang ambruk.

“Ya sejak awal begitu saja, tidak ada perubahan. Ini pun dipasang traffic cone inisiatif warga, dan dibatasi dengan tali agar orang melihat kalau jalan amblas dan hanya bisa satu jalur saja, ketika ada kendaraan roda empat berpapasan,” kata dia memaparkan.

Untuk itu, lanjut dia, sejak Minggu (20/9) pemuda di wilayah tersebut kerja bakti membenahi saluran dan jalan. Mengandalkan swadaya masyarakat, serta sumbangan dari lima developer perumahan yang berada di wilayah Sukamaju Kaler dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, ada yang sumbang materi maupun material. Itu kita gunakan semua untuk perbaikan jalan dan saluran air ini,” ungkapnya.

Pengurus Karang Taruna lainnya, Husni menambahkan apabila tidak segera dibenahi warga khawatir kondisi jalan semakin parah. Sebab, beberapa waktu ini kembali diguyur hujan, serta saluran air tersebut terganggu bongkahan material sisa runtuhan jalan.

“Untuk pembangunan gapuranya masih belum bisa kita laksanakan sekarang. Diharapkan dengan bergeraknya Karang Taruna, pemerintah bisa menengok dan membantu pembangunan gapura sebagai penanda wilayah kelurahan ini,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Bagas Suryono mengatakan kondisi struktur jalan, tak lagi mampu menopang beban pondasi gapura. Sehingga mengakibatkan jalan amblas dan menyumbat saluran air yang ada di bawahnya.

“Kami lihat infrastruktur jalan tak kuat menopang beban pondasi. Ditambah jalan ini dari keterangan masyarakat, kerap dilalui kendaraan berat menuju sejumlah proyek perumahan,” kata dia disela peninjauan di lokasi, Rabu (26/8).

Menurutnya, ke depan harus direncanakan dengan kajian teknis, apabila pihak kelurahan setempat pun masyarakat hendak membangun ulang gapura tersebut.

“Sehingga tidak terjadi hal serupa. Kami lihat, kondisinya karena pondasi dibangun diatas saluran air, tergerus terus jadi gorowong dan amblas,” tuturnya.

Bagas menganalisa amblasnya jalan itu mengakibatkan saluran air di bawahnya tersumbat. Alhasil, terjadi luapan air apabila musim penghujan tiba. “Kita minta ini secepatnya dibenahi. Khawatir saat hujan terjadi genangan,” kata Bagas.

Baca juga : Lagi, 6 Warga Kota Tasik Positif Corona, Lonjakan Terus Berlanjut

Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, H Ate Tachjan mengaku prihatin apabila di dapilnya terjadi dampak lebih luas, karena amblasnya konstruksi jalan. Ia mendorong Pemkot segera merespons penanganannya agar tidak membahayakan masyarakat.

“Kita akan dorong eksekutif segera eksekusi pembenahannya. Sebab, ini rentan dan membahayakan pengendara terutama motor,” kata dia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.