Pemkot Tasik Tak Siap Tambal Bantuan Pusat untuk BSU

74
0
Beda dengan yang waktu bantuan warga terdampak Covid-19, itu kan memang melibatkan kami peme­rintah daerah.” Drs H Ivan Dicksan Sekda Kota Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Guru non PNS yang tidak dapat Bantuan Subsidi Upah (BSU) tampaknya harus bersabar. Pemkot tidak siap untuk menambal bantuan pemerintah pusat yang belum terakomodir.

Hal itu diakui Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan, yang mengaku tidak tahu menahu soal BSU guru. Menurutnya, hal itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang tidak melibatkan pemerintah daerah. “Itu bantuan dari pusat kan,” ungkapnya kepada Radar, Senin (30/11).

Hal ini serupa dengan BSU bagi para pegawai yang bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Pemkot tidak bisa ikut campur karena data berdasarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. “Jadi kita tidak bisa apa-apa,” ungkapnya.

Disinggung para guru yang tidak kebagian BSU berharap diperhatikan Pemkot, pihaknya pun tidak bisa memberi janji manis. Pasalnya, keuangan Pemkot pun terbatas dan belum memungkinkan melakukan sapu bersih bantuan.

“Beda dengan yang waktu bantuan warga terdampak Covid-19, itu kan memang melibatkan kami pemerintah daerah,” tuturnya.

Loading...

Baca juga : 7 Tersangka Pembunuh Mantan Kadis Binamarga Ciamis Ditahan Polisi Tasik

Terlepas dari itu, untuk tahun 2021 dia memberikan angin segar untuk para guru non PNS. Pemkot akan memberikan tambahan insentif untuk para tenaga pengajar tersebut senilai Rp 200 ribu per bulan.

“Memang tidak besar, tapi itu bentuk perhatian dari kami kepada mereka,” tuturnya.

Bantuan tersebut berdasarkan permintaan dari DPRD Kota Tasikmalaya yang menampung aspirasi guru honorer. Maka dari itu pihaknya sudah menganggarkan untuk tahun 2021. “Kemarin hasil pembahasan dengan DPRD, bukan tahun ini tapi untuk 2021,” terangnya.

Sementara ini, lanjut Ivan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi tenaga pengajar non PNS yang mengabdi di lembaga milik negara. Karena untuk tenaga honorer di sekolah swasta sudah menjadi tanggung jawab yayasan. “Jadi ini untuk yang mengajar di sekolah negeri,” katanya.

Salah seorang tenaga pengajar di salah satu SMK, Galih Lesmana bersyukur masuk dalam daftar penerima BSU. Sedikit banyak, bantuan tersebut bisa meringankan beban ekonominya di tengah pandemi. “Alhamdulillah, lumayan bisa di tengah ekonomi sulit ini,” ujarnya.

Namun tidak semua tenaga pengajar yang seberuntung dia, sebagian tidak mendapatkan bantuan tersebut. Hal ini karena bantuan hanya untuk guru yang sudah masuk daftar Guru Tenaga Kependidikan (GTK). (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.