Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Pemkot Tasik Temukan Alat Rapid Test Baru, Diklaim Lebih Akurat

276
0
ALAT LAMA. Petugas medis menunjukkan alat rapid test dengan sampel darah beberapa waktu lalu. Alat ini tetap digunakan meskipun pemerintah sudah memiliki alat rapid test baru dengan sampel swab, Senin (6/7).

TAWANG – Dalam screening penderita Covid-19, Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah menemukan alat rapid test jenis baru. Alat ini bukan mengambil sampel darah, melainkan lendir layaknya swab test.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan alat tersebut memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Karena sampelnya diuji langsung pada swab-nya.

Baca juga : KH Atam: Bantuan ke Ponpes di Kabupaten Tasik Harus Merata

“Tapi kalau patokan tetap pada PCR, kalau rapid itu lebih tes cepat,” ungkapnya kepada Radar, Senin (6/7).

Pihaknya juga sudah mengadakan alat tersebut meskipun jumlahnya terbatas. Pasalnya kebutuhan terhadap alat tersebut cukup tinggi.

“Maklum namanya alat baru yang lebih bagus, jadi semua daerah juga butuh,” katanya.

Penggunaan rapid test baru itu pun dilakukan lebih selektif untuk hal-hal yang dinilai penting. Seperti halnya traking untuk orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Kami juga sudah mulai menggunakan rapid test yang baru ini,” ujarnya.

Dengan tingkat akurasi yang lebih baik ini, diharapkan penanganan Covid-19 bisa lebih cepat. Meskipun yang menjadi kunci utama hasil tes masih swab test melalui PCR.

“Setidaknya gerakan pencegahan kita bisa lebih efektif dengan alat baru ini,” terangnya.

Namun demikian, bukan berarti rapid test dengan sampel darah tidak berlaku. Pemerintah pun masih menggunakan alat lama dalam melakukan screening awal juga traking. “Atau kalau rapid test yang baru habis, tentunya kita gunakan rapid test lama,” terangnya.

Baca juga : Pemkab Tasik Terima Bonus dari PGE Karaha, Ini Besarannya..

Terlebih pelaksanaan swab mandiri saat ini masih menggunakan alat rapid test lama. Karena biaya untuk rapid test baru tentunya lebih tinggi di banding rapid test lama. “Kalau alatnya hampir sama, tapi kan prosesnya beda antara swab dan darah,” ujarnya.

Wadir Umum RSUD dr Soekardjo, H Deni Diyana mengatakan pihaknya masih menggunakan alat rapid test lama. Karena secara kualitas masih layak untuk digunakan. “Apalagi kita gunakan alat rapid test yang kualitasnya terbilang paling bagus,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.