Pemkot Tasik Tunggu Arahan Vaksinasi kepada Warga

55
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi vaksin covid-19
Loading...

BUNGURSARI – Pemerintah Kota Tasikmalaya masih menunggu arahan teknis terkait distribusi vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Termasuk terkait teknis pembiayaan yang akan dibebankan kepada pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan mengatakan pihaknya menerima edaran dari Mendagri. Tercantum bahwa pemerintah daerah harus mendukung pelaksanaan vaksinasi. “Kita masih tunggu arahan dari Kemenkes,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (20/12).

Sementara ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah dukungan tersebut termasuk anggarannya atau hanya pelaksanaan. Karena vaksinasi ini merupakan kebijakan penuh dari pemerintah pusat. “Nanti kita lihat alokasi vaksinnya berapa, jumlah petugasnya berapa, dan teknis distribusinya,” ujar Ivan.

Pihaknya pun perlu mengecek kesiapan tenaga kesehatan di Kota Tasikmalaya. Karena mereka yang akan dilibatkan dalam proses vaksinasi. “Kita pun akan mengecek kesiapan puskesmas dan sarana prasarana yang diperlukan,” tuturnya.

Baca juga : Pedagang Kojengkang Cising Tasikmalaya Masih Jualan

Loading...

Terkait pembiayaan, jika memang dibebankan ke pemerintah daerah menurutnya tidak masalah. Pihaknya memiliki Biaya Tidak Terduga (BTT) atau bisa juga melakukan refocusing anggaran.

“Kalau berdasarkan hitungan kebutuhan anggaran yang tersedia tidak mencukupi, daerah bisa melakukan pergeseran anggaran,” imbuhnya.

Terlepas rencana vaksinasi dari pemerintah, Ivan tetap meminta kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.
Sebab penambahan kasus di Kota Tasikmalaya masih terus terjadi.

“Semua kita minta ikuti kebijakan dari pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Minggu pagi (20/12) terjadi penambahan 16 kasus baru. Selain itu ada juga pasien yang meninggal sebanyak 2 orang.

Total kasus positif di Kota Tasikmalaya tercatat sudah 1.812 orang. Dari jumlah tersebut 866 di antaranya masih berstatus pasien aktif dan menjalani isolasi baik di secara terpusat maupun mandiri.

Dituntut Kreatif
Kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Tasikmalaya Deni Yunizar mengatakan pelaku usaha mau tidak mau harus menahan diri. Ini tentu akan berpengaruh pada perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya.

“Yang biasanya marak kegiatan dan acara, kini kita harus menahan diri,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (20/12).

Di momen tahun baru, sampai tengah malam para pedagang biasanya masih sibuk mengais rezeki, termasuk di kawasan HZ Mustofa yang menjadi pusat keramaian. Kali ini keramaian-keramaian itu harus dihindari sehingga pedagang akan kehilangan pembeli.

Kebijakan-kebijakan tersebut tentu akan menghambat pemulihan ekonomi yang saat ini sedang diupayakan pemerintah.

Namun pihaknya pun memahami kondisi penyebaran virus yang tidak bisa disepelekan.

“Kita tahu belakangan ini Kota Tasikmalaya masuk zona merah juga,” katanya.

Dengan kondisi ini, mau tidak mau para pelaku usaha perdagangan mengedepankan pola digital. Karena sementara ini hanya pola tersebut yang bisa diandalkan. “Supaya kegiatan ekonomi tetap tumbuh,” ujarnya.

Beda halnya dengan pelaku usaha di bidang jasa seperti perhotelan. Mereka kesulitan menyiasati kondisi pandemi dengan berbagai pembatasan aktivitas.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tasikmalaya Ajat Setiawan mengaku pihaknya kerap mengandalkan malam pergantian tahun dengan menyelenggarakan even.

Tapi tahun ini, hal itu tidak bisa dilakukan karena pembatasan dari pemerintah. “Kami pun paham dan mendukung kebijakan itu, bahkan sebelumnya saya juga sudah minta rekan-rekan untuk tidak mengadakan even tahun baru,” tuturnya.

Ada pun yang masih diandalkan di dunia perhotelan yakni kamar untuk menginap. Menurutnya potensi untuk warga yang ingin melalui pergantian tahun di kamar hotel masih bisa jadi peluang.

“Ya bisa kita pakai diskon atau promo-promo menarik untuk menarik masyarakat menginap di hotel,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah kembali memberikan keringanan pajak. Karena bagaimana pun, saat ini dia dan rekan-rekannya punya beban yang berat.

“Sampai sekarang pegawai masih ada yang dirumahkan, kami khawatir ke depannya harus melakukan PHK,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.