Pemkot Tasik Tunggu Mal Tuntaskan Rekomendasi Amdal Lalin

225
0
RAMAI. Lalu lintas di Simpang Rancabango terlihat ramai Kamis sore (4/7). Dishub Kota Tasikmalaya menyiasati kemacetan dengan manajemen rekayasa lalu lintas situasional. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Merespons masukan DPRD Kota Tasikmalaya terkait kepadatan lalu lintas (lalin) di Simpang Rancabango Jalan Ir H Juanda, Pemkot Tasikmalaya mengaku sudah mengantisipasinya. Mereka menerapkan dua pola pengaturan. Dinamis. Langkah tersebut diambil sambil menunggu pihak mal menuntaskan rekomendasi analisis dampak lingkungan dan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlan ATD mengatakan pengaturan lalu lintas di Simpang Rancabango dibuat dua pola. Ketika arus kendaraan lenggang, kendaraan yang keluar dari mal yang hendak lurus ke Jalan Rancabango bisa langsung, namun diatur dengan traffic light. “Kalau lenggang, yang mau lurus ke Rancabango itu boleh langsung menunggu aba-aba traffic light yang diset sekitar 10 sampai 12 detik,” ujarnya saat menghubungi Radar, Kamis (4/7).

Menurutnya, kendaraan yang hendak langsung ke arah Simpang Jati atau Jalur Letnan Harun dari Bunderan Linggajaya tetap tidak diperbolehkan meski kondisi lalu lintas lenggang. Kendaraan harus keluar melalui lajur kiri ke arah by pass. “Sementara ketika crowded, barulah manajemen lalin diaktifkan. Semua kendaraan yang keluar dari mal wajib ke kiri (arah by pass, Red), lurus ke Rancabango tidak boleh apalagi ke kanan (Arah Jati dan Letnan Harun, Red),” tuturnya.

Rekayasa tersebut, kata Aay, akan terus berlaku selama pihak mal belum memiliki akses keluar lain, selain di Jalan Ir H Juanda. Itu sesuai rekomendasi pada rapat pembahasan tim panitia penilaian amdal lalin, mal diminta supaya membuka akses keluar mal di jalan lain, tidak di Jalan Ir H Juanda.

“Jadi rekayasa lalin yang kami terapkan situasional, selagi mal belum memiliki akses keluar selain di Jalan Juanda,” kata Aay.

“Kewenangan kami di Kota Tasikmalaya sebatas itu saja. Sebab, kita hanya diikutsertakan sebagai dinas terkait di daerah, dalam tim penilaian amdal lalin di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya melanjutkan.

Aay bercerita, terdapat beberapa poin rekomendasi lainnya dari panitia penilaian amdal lalin provinsi. Selama enam bulan, amdal tersebut akan dievaluasi. Itu setelah sejauh mana pihak mal mengimplementasikan poin rekomendasi yang diminta.

“Nanti dinilai oleh tim, rekomendasi mana saja sudah dikerjakan mal apa saja dalam 6 bulan ini. Kita lihat pemasangan traffic cone, barrier sudah dipenuhi sejauh ini,” ucapnya menceritakan.

Pengendara di Jalan Ir H Juanda, Dadang Hermawan (43) asal Sambong Pari Kecamatan Mangkubumi mengakui adanya perubahan rekayasa lalu lintas dari biasanya. Terutama, ketika arus kendaraan padat pada jam tertentu. “Jadi kalau dari arah by pass itu, ketika macet kita tidak bisa langsung lurus ke arah Jati. Melainkan dibelokkan ke (Jalan) Letnan Harun,” ujarnya.

“Otomatis kalau kita mau kembali ke Jalan Ir H Juanda, harus memutar di depan Bale Kota. Kurang elok juga sebenarnya kantor pemerintah dibuat putaran,” katanya melanjutkan.

Berbeda dengan pengguna jalan lainnya, Nina Marliana (34). Warga Panyingkiran Kecamatan Indihiang itu mengaku kerap kebingungan ketika memasuki Simpang Rancabango harus berhenti saat lampu merah, sementara pengendara di belakang terus memberi klakson supaya jalan terus.

“Ketika alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) menunjukkan warna merah, otomatis kita harus berhenti. Aturan universal seperti itu. Tetapi di belakang malah klakson dan minta jalan terus,” tuturnya mengeluhkan.

Sementara, kata Nina, ketika kendaraan yang keluar dari mal seolah tidak mengikuti isyarat APILL dan cenderung mengikuti isyarat dari pa ogah atau petugas mal yang mengatur alur keluar kendaraan.

“Bukannya mengikuti APILL melainkan diarahkan pak ogah depan pintu keluar mal. Kadang malah buat macet juga,” kata dia.

Sebelumnya, Vice President Coorporate Comunication Transmart, Satria Hamid mengakui penuntasan masalah kemacetan di lokasi Transmart sedang ditempuh.

“Kami memang akan membuat jalan terusan dari akses keluar parkir. Saat ini pengerjaannya sedang tahap pemantapan dan pembebasan lahannya,” ujar Satria. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.