Pemkot Tasikmalaya Siaga Kekeringan

141
RAKOR. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Kota Tasikmalaya mengikuti rapat koordinasi menyikapi musim kemarau tahun ini di Cahaya Mas Family Restaurant Jalan dr Soekardjo, Selasa (25/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

TAWANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai bersiaga dalam menanggulangi dampak musim kemarau yang sudah berlangsung sejak akhir Mei. Sekitar 26.000 liter air bersih pun sudah disiapkan untuk didistribusikan ke masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengatakan, setidaknya saat ini terdapat 31 kelurahan dari delapan kecamatan yang sudah terdata berpotensi kekeringan tahun ini. Pihaknya segera memetakan data tersebut supaya bisa ditangani dengan cepat ketika kekurangan air bersih melanda.

“Ini belum final, kita pastikan kembali terhadap camat dan lurah yang rentan kekurangan air bersih. Sebab, informasi terakhir mulai menyebar dari 31 kelurahan yang datanya sudah kami terima,” ucap Ivan usai Rapat Koordinasi Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana di Cahaya Mas Family Restaurant Jalan dr Soekardjo, Selasa (25/6).

Menurutnya, dari edaran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau akan berlangsung sampai Oktober mendatang dan puncaknya diperkirakan pada Agustus-September.

“Untuk itu kita minta baik instansi yang tergabung pada Tim Reaksi Cepat, maupun lainnya, supaya bersiaga, merespons apabila sedang bertugas di wilayah, terdapat lokasi kekeringan,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya itu menyebut wilayah paling rentan terdampak kemarau yakni Purbaratu, Mangkubumi, Tamansari dan Kawalu.

Untuk itu, pihaknya juga meminta stakeholder setempat supaya menginventarisasi potensi sumber air di wilayah itu yang bisa menjadi salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Selain kita siapkan distribusi air bersih, kita juga instruksikan camat dan lurah di wilayah rentan kekeringan menginventarisasi potensi air bersih. Untuk membantu menangani kebutuhan masyarakat,” tutur dia.

Terkait status yang harus ditetapkan dalam menghadapi kekeringan saat ini, Ivan belum bisa memastikan dan masih mengkaji. Apakah sudah harus menetapkan siaga bencana, atau cenderung meningkatkan kesiapsiagaan tim.

“Kami masih kaji terkait statusnya seperti apa. Hanya, persiapan tetap harus dilakukan, sehingga saat menaikkan status menjadi tanggap darurat, semua komponen bisa langsung terjun menangani,” kata Ivan.

Untuk itu, anggaran di setiap instansi terkait pun diminta untuk dioptimalkan terlebih dahulu. Sebelum pemkot menggunakan dana taktis dalam menanggulangi dampak yang lebih buruk.

“Optimalkan dulu dengan anggaran yang ada di setiap instansi. Kalau perlu ditambah nanti tergantung situasi, yang jelas dana taktis kita cadangkan dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar menjelaskan pihaknya sudah menyepakati untuk bersiap siaga menghadapi puncak kemarau yang diprediksi Agustus-September.

“Sebab, informasi di daerah lain itu, sudah mulai terjadi kekurangan air bersih. Perkiraan kami, dari 31 kelurahan yang sudah terdata akan terjadi penambahan,” kata dia.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 26.000 liter air yang siap didistribusikan menggunakan dua armada berkapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, ketika terjadi kekurangan air bersih bisa langsung ditangani dan mengurangi beban masyarakat.

“Sumber air ada di beberapa titik, salah satunya di Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Sejauh ini belum mulai ada permintaan air bersih yang kami terima,” tuturnya. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.