Pemkot Tasikmalaya Siapkan Kampung Ramah Anak

106
0
RESMIKAN. Wali Kota Drs H Budi Budiman dan Bunda Ramah Kota Tasikmalaya Dra Hj Eti Atiyah meresmikan Kampung Ramah Anak di Kelurahan Sukamanah, Cipedes, Jumat (28/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIPEDES – Pemerintah Kota Tasikmalaya meresmikan kampung ramah anak di Kampung Budak Capetang RW 03 Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes, Jumat (28/6). Kampung itu merupakan yang pertama kalinya diresmikan di Kota Resik.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan, kehadiran kampung ramah anak diharapkan dapat memacu target pemkot menjadikan daerah sebagai kota ramah anak 2020. Hal ini juga untuk mendukung target nasional sebagai negara ramah anak di 2030. “Untuk itu, kita dorong semua stakeholder untuk turut serta menciptakan lingkungan ramah anak supaya semua program tersebut dapat dicapai,” ujarnya saat meresmikan.

Menurutnya, camat di setiap wilayah diinstruksikan supaya membangun satu kampung ramah anak. Dia menginginkan Kampung Budak Capetang bisa menjadi pilot project untuk dicontoh semua kecamatan di Kota Tasikmalaya. “Satu kecamatan harus miliki satu kampung ramah anak, saya tekankan itu,” kata dia menegaskan.

Budi menjelaskan, hampir satu per tiga penduduk di Kota Tasikmalaya masih berusia anak. Artinya, ada sekitar 700 ribu anak yang berada di Kota Tasikmalaya. Namun, ironisnya banyak permainan anak yang mulai menghilang dan cenderung memanfaatkan perkembangan teknologi. “Saya dulu main permainan tradisi dengan anak seumuran. Itu sudah banyak hilang saat ini,” tutur dia mengeluhkan.

Di era perkembangan teknologi yang kian pesat, anak-anak kini rentan kesulitan bersosialisasi dengan rekan sebayanya. Terutama ketika menggunakan smartphone, anak bisa hanya berdiam di kamar masing-masing seharian. Otomatis, nilai kebersamaan dengan usia sebaya menjadi berkurang. “Padahal anak perlu interaksi dan berkomunikasi bersama rekan seusianya. Saya ingin generasi muda jangan sampai dengan HP terus. Kalau tak bersosial di kamar seharian bisa, nanti tahu-tahu bisa hilang, karena media sosial,” kata dia.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kota Tasikmalaya Nunung Kartini mengatakan, program kampung ramah anak bukan semata untuk menjadikan lingkungan sehat untuk anak. Lebih dari itu, banyak potensi yang dapat dikembangkan dalam kampung itu, salah satunya adalah pariwisata. “Saya mengusulkan supaya Pak Wali Kota dapat memberikan bantuan dalam men-support program ini. Supaya dapat bersaing dengan kampung anak di Surabaya,” kata dia.

Ia pun menginginkan instruksi wali kota terhadap camat dalam mewajibkan kampung ramah anak di setiap wilayah, minimal satu kecamatan satu kampung dapat terwujud. Sebab, apabila keinginan masyarakat tinggi akan memiliki kampung itu akan terbangun dan pemerintah sebatas memberikan stimulan. “Kita memiliki peluang menjadi kota layak anak. Kita terus bertekad untuk itu,” kata dia.

Ketua Kampung Budak Capetang, Iwan Herdiawan mengatakan, program kampung ramah anak baru diberlakukan di RW 03 sejak November 2018. Mulanya, warga sekitar sama sekali tidak tertarik dengan program tersebut. Tetapi, setelah dilaksanakan, warga merasa banyak manfaat dari program itu. “Saat ini warga memiliki taman bermain yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk anak. Dari situ, warga mulai inisiatif mempercantik lingkungannya sendiri. Padahal awalnya belum tertata, sekarang ada pojok rokok, tempat selfie, balai ruing anak,” tutur dia.

Awalnya, kata dia, di kampung itu hanya memiliki bantuan sarana bermain anak. Kemudian, kesadaran mulai muncul dan warga bergotong-royong swadaya me­lengkapi kebutuhan fasilitas lainnya. Meski begitu, ia berharap pem­kot tetap memberikan ban­tuan sarana prasarana, salah satu­nya penerangan jalan umum di gang. “Kami di sini ku­rang penerangan, mudah-mu­dahan bisa dibantu. Kami akan memeliharanya dengan baik sebagai aset kampung un­tuk memberi keramahan dan ke­nya­manan anak,” ujar dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.