Pemkot Tasikmalaya-SNV Akan Benahi Sanitasi

25
KERJA SAMA. Pemkot Tasikmalaya menyepakati kerja sama pembangunan sanitasi dengan NGO asal Belanda SNV di Hotel Horison, Senin (5/11).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

YUDANEGARA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menyepakati kerja sama dengan Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Indonesia, Non Government Organization (NGO) asal Belanda di Hotel Horison Jalan Yudanegara, Senin (5/11).

Kerja sama program wash SDGs (sustainable development goals) itu didanai Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Kerajaan Belanda. SNV dalam hal ini berperan sebagai konsultan pembangunan berkelanjutan kaitan air bersih, sanitasi dan kebersihan.

“Program ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah membuka jalan tercapainya akses sanitasi aman dan kebersihan air berkelanjutan,” jelas Direktur SNV Indonesia, Ismene Stalpers di sela Kick-Off Program Wash SDGs.

Ismene menerangkan hasil survei yang dilakukan timnya, di Kota Tasikmalaya masih ditemukan perilaku masyarakat yang tidak aman berkaitan sanitasi. Sekitar 11 persen rumah tangga masih buang air besar sembarangan (BABS). Sekitar 89 persen di antaranya telah memiliki jamban pribadi. Hanya saja baru 45 persen yang telah dikatakan layak atau memiliki penampungan (septic tank).

“Kemudian dari 45 persen rumah tangga yang memiliki penampungan tersebut, hanya 10 persen di antaranya yang melakukan penyedotan dan pengangkutan berkala,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman berharap melalui kerja sama program yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan itu, bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Tasikmalaya.

Dalam menjalankan program tersebut, perlu ada komitmen dinas teknis terkait supaya pelaksanaan tepat sasaran dan kota yang bebas kawasan kumuh terwujud. “Dinas Kesehatan, Perwaskim, dan Dinas Lingkungan Hidup terlibat dalam hal ini. Kita bersyukur kehadiran pendamping dari SNV akan membantu kami dalam pembangunan kesehatan yang nantinya berdampak terhadap kesejahteraan dan kesehatan lingkungan masyarakat,” katanya.

Sanitasi saat ini menjadi hal yang prioritas. Sebab, kumuh tidaknya suatu daerah bisa dilihat dari sanitasi daerah tersebut. Di sisi lain, pembangunan berkaitan sanitasi juga dapat dikatakan berhasil apabila masyarakat turut serta berpartisipasi menyukseskannya. “Data pemkot itu dari 69 kelurahan yang dihuni sekitar 691 ribu penduduk, 152 hektare kawasan pemukiman masih dikatakan kumuh. 17 persen lebih masih ditemukan perilaku BABS,” keluh Budi.

Di sisi lain, kata dia, limbah domestik di Kota Tasikmalaya hingga saat ini masih di angka 55,36 persen. Hal tersebut perlu ditangani secepatnya. Lantaran bisa berimbas terhadap indeks pembangunan manusia di Kota Resik. “Menjaga lingkungan, permukiman yang sehat itu menjadi cita-cita bersama. Maka kami berharap setiap kelurahan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat salah satunya dalam membudayakan tidak buang air besar sembarangan,” imbaunya.

Direktur Eksekutif Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Josrizal Zain menyebut Kota Tasikmalaya diharapkan bisa menjadi salah satu daerah juara, berkaitan sanitasi di Jawa Barat. Untuk itu, aliansinya akan berupaya memastikan komitmen kepala daerah supaya concern berkaitan sanitasi dan air bersih menjadi prioritas pembangunan. “Air minum dan sanitasi adalah harga diri dan martabat. Maka pemerintah harus memberikan layanan terbaik dalam hal tersebut bagi masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, kata dia, sudah terdapat 461 kota/kabupaten se-Indonesia dari 500-an daerah yang telah menjadi anggota AKKOPSI. Mengingat bagi sebagian kepala daerah isu berkaitan sanitasi masih belum dianggap seksi.

“Apabila sanitasi dan air minum tidak dikelola dengan baik akan berdampak terhadap indeks prestasi masyarakat. Kesehatan menurun, pendidikan pun sama, tingkat kehadiran siswa di sekolah terpengaruh. Termasuk ekonomi masyarakat karena produktivitas warga tidak bisa bekerja secara maksimum,” uangkapnya. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.