Pemohon IMB Jadi Korban, Bangunan Diminta Disegel

54
0
H Muhammad Yusuf Wakil Wali Kota Tasikmalaya

Terkait nasib pe­mohon izin pendirian dis­tri­butor bahan ba­ngunan? Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf menilai pemohon dalam hal ini sebagai korban. Sehingga tidak bersalah melaksanakan pembangunan, lantaran merasa sudah memiliki IMB.

“Saya lihat konstruksinya sudah terbangun, sementara IMB sudah dimiliki padahal palsu.

Secara manusiawi, kalau harus dirobohkan, nanti juga kan bangunannya seperti itu,” ungkapnya.

Dia meminta supaya pemohon memproses kembali izin secara resmi tanpa perantara. Pihaknya menjamin akan memberikan pelayanan dengan baik, bahkan bisa lebih cepat prosesnya tidak seperti melalui perantara.

“Silakan ditempuh prosedural saja (permohonan izin, Red), kajian teknis, kajian lingkungan dan aspek lain sebagainya. Nanti rekomendasi masing-masing dinas juga akan berproses,” terangnya.

Hanya saja, kata dia, sementara waktu Satpol PP diminta menyegel bangunan yang sudah berdiri tersebut supaya tidak ada aktivitas. Sebelum pemohon memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat aktivitas kegiatan usaha.

“Kita minta disegel dulu, dan hentikan aktivitasnya supaya aman. Sebelum dia memiliki tanda NIB,” ucapnya.

Yusuf menjelaskan saat ini dalam perizinan berbasis online single submission (OSS), ketika pengusaha sudah mengantongi NIB, secara otomatis bisa melaksanakan kegiatan usahanya. Kemudian, nanti ada fakta integritas yang harus disepakati pemohon dan Pemkot, supaya pemohon menyelesaikan perizinan usahanya.

“Sekarang sistemnya begitu, jadi jangan diberhentikan untuk berusaha, silakan jalankan nanti di fakta integritas yang harus disepakati. Sebetulnya perizinan dimudahkan kemudian tarifnya jelas,” hemat Yusuf.

Yusuf pun kembali menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Satpol PP menyisir bangunan lain untuk memastikan keabsahan pendiriannya. Sebagai antisipasi, dan memastikan tidak ada lagi pemalsuan dokumen perizinan.

“Ini evaluasi kami, cek ke lapangan sebab tidak menutup kemungkinan jangan-jangan ada juga yang lain. Kemudian PNS kalau ada lagi oknum seperti ini akan kita selidiki dan disanksi tegas,” pungkasnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.