Pemotongan Gaji Karyawan PLN Untuk Ganti Rugi Tidak Tepat, Direksi Dan Menteri Yang Bertanggung Jawab!

44
0

KAUM buruh menolak rencana PT Perusahaan istrik Negara (PLN) yang akan memotong gaji para karyawan untuk membayar ganti rugi kepada para pelanggan yang terkena dampak pemadaman listrik pada minggu kemarin (4/8).

“Kami tidak setuju pemotongan upah karyawan untuk ganti rugi akibat padamnya listrik kemarin,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal, Rabu (7/8).

Menurutnya, Pemotongan gaji karyawan ini melanggar UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Iqbal mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi dihampir semua daerah Jawa bukan kesalahan karyawan. Tetapi yang harus bertanggung jawab tehadap kejadian ini adalah seluruh Direksi PLN dan menteri terkait.

“Mereka harus mengundurkan diri untuk memperlihatkan jiwa ksatria. Jangan hanya berlindung di balik Presiden, karena permasalahan ini bukan hal teknis yang menjadi tanggung jawab Presiden,” tegas Iqbal.

“Tidak hanya dipotong gajinya, tapi seluruh direksi harus dipecat dan menteri terkait harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab,” lanjut dia.

Iqbal juga menekankan, ganti rugi kepada para pelanggan dapat dilakukan dengan cara membebaskan 100 persen biaya listrik konsumen dalam bulan berjalan.

“Bukan dengan cara memotong gaji karyawan PLN,” tegasnya. (Ruslan Tambak/rmol/radartasik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.