Pemuda Kabupaten Tasik Harus Lebih Berdaya Guna, 2021 Diharap Ada Perda Kepemudaan

41
0
radartasikmlaya.com
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya gelar Peningaktan Kapasitas Pembina Organisasi Kepemudaan bagi Karang Taruna se-Kabupaten Tasikmalaya, di Hotel City, (17-19/11). istimewa untuk radartasikmalaya.com

TASIK – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Peningaktan Kapasitas Pembina Organisasi Kepemudaan bagi Karang Taruna se-Kabupaten Tasikmalaya, di Hotel City.

Kegiatan ini telah berlangsung selama 3 hari. Mulai dari tanggal 17 November hingga 19 November 2020.

Kabid Kepemudaan, Heti Heryati mengungkapkan, ini salah satu pembinaan bagi para pemuda di Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan penerus kepemimpinan pembangunan.

Sehingga pemerintah ikut membina memberikan inovasi kepada generasi muda.

“Jika jiwa muda atau disebut millenial harus dibimbing ke arah yang lebih positif, apalagi mereka sedang mencari bentuk dan karakter. Jika tidak diarahkan dari sekarang mau bagaimana ke depannya,” ujarnya kepada Radar, Jum’at (20/11).

Kata dia, sekarang harus berorganisasi, jadi pemuda itu menurut UU 40 berumur dari 16 sampai 30 tahun.

Ini jelas di UU didalamnya harus ada penyadaran dikuatkan iman dan taqwanya, pemberdayaan di eksplor kemampuan dan potensi yang ada serta pengembangan diarahkan ke potensi pemuda sendiri.

“Ini sesuai dengan UU 40 tahun 2009 dan peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2011 dan Peraturan Gubernur nomor 8 tahun 2016,” katanya.

Kabupaten Tasikmalaya, kata dia, di tahun 2021 diharapkan bisa membuat Perda kepemudaan.

“Karena harus diatur regulasi kepemudaannya, karena jika tidak diatur tidak bisa dalam anggaran dan perarturan apapun harus kembali ke regulasi. Mudah-mudahan tahun depan bisa segera dibentuk perda kepemudaannya,” harap dia.

Kata Heti, pihaknya ingin Kabupaten Tasik menjadi kabupaten layak pemuda, seperti di Yogyakarta.

“Izin keramaian, pariwisata, organisasi pemuda yang merekomendasikan. Sehingga pemuda ikut serta dalam menentukan perizinan, pemuda harus diikutsertakan dalam proses pembangunan, mulai perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi,” terangnya.

Sehingga nantinya Kabupaten Tasikmalaya menjadi kabupaten yang layak pemuda.

Pemuda harus ikut 15 indikator, diantaranya; pendidikan, kesadaran, organisasi, dan lainnya.

Pemuda di desa-desa harus berorganisasi agar potensi yang ada di mereka berperan dalam pembangunan.

“Target kami, OKP di Kabupaten Tasikmalaya yang sekarang keberadaannya masih kurang eksis, bisa lebih eksis ke depannya. Harus ada perencanaan kegiatan jangan hanya ketika Agustusan saja. Ikut merencanakan pembangunan seperti di desa masing-masing dan harus berdaya guna,” tandasnya.

Plt Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, H. Nana Heryana menambahkan, pentingnya organisasi kepemudaan perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah untuk melaksanakan pelatihan tata kelola organisasi kepemudaan.

“Kami berupaya melaksanakan pembinaan, khusunya terhadap organisasi kepemudaan sebagai salah satu unsur penting guna mewujudkan organisasi kepemudaan dengan administrasi yang tertib, sistematis, dan benar,” kata dia.

Ia mengimbau, kepada pengelola organisasi kepemudaan selaku leading sektor, untuk membuat kegiatan yang dapat mendukung aktivitas kepemudaan dengan program-program kerja dan kegiatan yang berpotensi untuk meningkatkan sumber daya. Serta dapat memfasilitasi peran pemuda dalam mengisi pembangunan di segala bidang.

“Saya minta kepada para pemuda sebagai garda terdepan dalam proses pembangunan nasional, agar tidak mengenal lelah untuk menuntut ilmu dan menimba pengalaman seluas-luasnya. Agar visi dan misi positif organisasi kepemudaan dapat tercapai dan bermanfaat bagi masyarakat luas di Kabupaten Tasikmaya,” tambahnya.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.