Pemuda Muhammadiyah Akan Lebih Moderat

204
0
PENUTUPAN MUSWIL. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima cendera mata dari Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) Dr Ahmad Qonit AD MA pada penutupan Musyawarah Wilayah (Muswil) XVII Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat di Graha Umtas, Minggu (29/12). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TAMANSARI – Reza Arfah terpilih menjadi Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat periode 2019-2024 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) XVII di Graha Universitas Muhammad Tasikmalaya, Jumat sampai Minggu (27-29/12).

Reza Arfah menyatakan ingin membuat Pemuda Muhammadiyah Jabar ke depan lebih moderat, berdikari dan kolaborasi. Moderat yang dimaksud adalah sikap menghilangkan prasangka dan kebencian. “Kita punya tanggung jawab bahwa semuanya harus memiliki visi menjaga peradaban Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Kader Muhammadiyah juga mesti berdikari atau mandiri dengan mempunyai karya-karya bukan kaya harta. “Sebab dengan karya semua itu ada kebaikan tentang kemandirian intelektual, ekonomi, sosial, dan kebudayaan, serta peradaban,” ujarnya.

Kemudian, kolaborasi juga menjadi poin penting menuju era revolusi industri 4.0. Maka, untuk menyongsong era yang penuh tantangan dan penuh ujian, pemuda Muhammadiyah harus memperluas pengetahuan. “Empat tahun ke depan kami siap mengawal visi Jabar dengan kader-kader Muhammadiyah siap berkolaborasi dan siap menjadi kader yang juara lahir batin,” katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) Dr Ahmad Qonit AD MA mengatakan muswil bertema “Praksis Gerakan untuk Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat yang Mandiri, Disegani, dan Berkemajuan” berjalan lancar dan kondusif. “Bersyukur mampu beregenerasi dengan baik dan cantik sehingga bentuk kebanggaan kepada kita semua. Karena menjadi tradisi Muhammadiyah kalau namanya muktamar dan musyawarah itu tidak ada konflik sedikitpun,” katanya kepada wartawan, Minggu (29/12).

Melalui pengurus baru itu diharapkan para pemuda Muhammadiyah ke depan lebih mandiri dan kreatif sehingga mampu mendorong Jabar lebih baik. “Dan menjadi contoh pemuda lain untuk berkiprah menyejahterakan masyarakat,” ujar dia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku senang bila berada di lingkungan keluarga Muhammadiyah yang selalu menampilkan kemajuan. Seperti semangat berinovasi dan mandiri serta bergerak di bidang kemasyarakatan. “Pemuda Muhammadiyah Jabar yang akan berkiprah selama empat tahun harus melalui tantangan zaman dengan beradaptasi di era disrupsi,” katanya.

Bila mampu beradaptasi di era disrupsi, Pemuda Muhammadiyah bakal memberi manfaat banyak bagi masyarakat, baik menyumbang waktu, tenaga, ilmu maupun menyumbang harta.

“Harus beradaptasi era disrupsi dengan bisa menyukseskan program pemerintah dengan Jabar Juara Lahir Batin di antaranya menyebarkan dakwah digital, mengembangkan ekonomi pariwisata, ikut menjadi patriot desa, dan lainnya sehingga ikut ber­kontribusi menyejahterakan ma­syarakat Jabar,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.