Pemuda Muhammadiyah Harus Berpengaruh

154
0
SIMBOLIS. Pejabat pemerintah dan para tokoh Muhammadiyah memainkan angklung sebagai simbolis pembukaan Muswil Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat di Umtas, Jumat (27/12). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAMANSARI – Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) XVII di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas), Jumat (27/12). Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (29/12) tersebut akan menentukan kepengurusan yang baru.

Dalam Muswil tersebut, 11 kader Pemuda Muhammadiyah sudah ditentukan menjadi calon formatur. Melalui musyawarah, salah satu di antara mereka akan ditetapkan sebagai ketua Pemuda Muhammadiyah yang baru.

Di antara para calon formatur ada kader-kader asal Tasikmalaya. Mereka adalah Irham Fathiyyah Shulha, Reza Arfah dan Delih Rusman.

Muswil tersebut mengambil tema “Praksis gerakan untuk Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat yang mandiri, disegani dan berkemajuan”. Hadir dalam pembukaan Muswil, perwakilan Pemerintah Provinsi Jabar, unsur Muspida Kota Tasikmalaya serta para tokoh Muhammadiyah.

Di samping itu, saat ini Pemuda Muhammadiyah sudah punya keberpengaruhan di masyarakat. Di antaranya dengan mengisi jabatan-jabatan strategis di organisasi, termasuk penyelenggara pemilu.

“Kami harap, Muswil ini melahirkan kepengurusan dengan kader yang lebih berpengaruh dan lebih baik,” tuturnya.

Loading...

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Irman Nurmansyah mengaku siap mendukung ketiga rekannya dalam Muswil tersebut. Dia berharap kader Tasikmalaya bisa memimpin organisasi tersebut di tingkat Jabar. “Ada tiga kader, kami siap mendorong mereka,” ujar dia.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya H Syarif Hidayat mengatakan bahwa mandiri, disegani dan berkemajuan sudah menjadi karakter Muhammadiyah, sehingga sudah sepatutnya Pemuda Muhammadiyah menerapkannya. “Harus mandiri dan tidak bergantung pada pemerintah, tapi harus sebaliknya,” ujarnya.

Dia berharap kepengurusan yang baru bisa taklid terhadap gerakan Muhammadiyah yang membangun negeri melalui pendidikan, kesehatan dan sosial. Pasalnya, ketiga hal itulah yang paling diperlukan masyarakat. “Harus menjadi organisasi yang berpengaruh,” tuturnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.