Pemuda Warga Cipaku yang Hilang di Pos 3 Gunung Guntur Garut Ditemukan Selamat

194
0
istimewa BRIEFING. Basarnas Bandung bersama relawan melakukan briefing sebelum mencari pendaki yang dikabarkan hilang. Pendaki itu akhirnya ditemukan selamat.

TAROGONG KIDUL – Afrizal Putra Martian (16), seorang pendaki Gunung Guntur sempat dinyatakan hilang pada Sabtu (4/7).

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya pendaki asal Desa Cigarungsang Kecamatan Cilawu itu berhasil ditemukan Minggu siang (5/7).

Baca juga : Bangunan SD di Garut Dijual Desa, Hasilnya Dibelikan Ini..

Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah mengatakan berdasarkan laporan yang diterima korban berangkat mendaki pada Jumat (3/7) bersama empat rekannya pukul 14.30.

Menurut keterangan rekan korban, Husni, rombongan tiba di Pos 3 Gunung Guntur Desa Sukawangi Kecamatan Tarogong Kaler pada Jumat pukul 17.00 dan berkemah di sana.

“Rombongan berniat akan turun pada keesokan harinya. Saat bangun keesokan hari, korban sudah tidak ada di kemah yang mereka tempati,” terangnya.

Loading...

Hingga Sabtu pukul 13.00, korban tak kunjung datang. Rekan-rekan korban pun berusaha mencari tapi keberadaan korban masih nihil.

“Rombongan memutuskan untuk turun dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat,” ucapnya.

Menurut dia, meski pendaki ini hilang siang, tetapi pihaknya baru mendapat laporan kehilangan pada Sabtu malam.

“Kami terima laporan kemarin malam jam 22.45 dari BPBD Garut. Satu tim diturunkan untuk membantu pencarian korban,” ujarnya.

Deden menyebut dalam pencarian, pihaknya bersama tim relawan yang lain melakukan penelusuran Minggu (5/7) sekitar pukul 06.30. Kata dia, korban berhasil ditemukan pada pukul 11.45 di sekitar Pos 3 Gunung Guntur dengan selamat. Korban hanya keletihan.

“Korban hilang di sekitar Pos 3. Tadi tim mencari di sekitar Pos 3 dan bisa ditemukan. Selanjutnya pendaki tersebut dievakuasi menuju pos pendakian awal,” ucapnya.

Pendaki Dilarang Masuk Cagar Alam

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah V Garut Dodi Arisandi mengatakan aktivitas pendakian di Gunung Guntur memang sudah kembali dibuka sejak pertengahan Juni 2020, setelah sempat dihentikan selama masa pandemi Covid-19.

“Pendaki diizinkan ke Gunung Guntur dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tapi hanya untuk kawasan taman wisata alam (TWA), tak sampai masuk kawasan cagar alam (CA),” kata Dodi ketika dihubungi wartawan, kemarin.

Ia menjelaskan kawasan TWA Gunung Guntur hanya sampai Curug Cikoneng. Sementara sisanya merupakan kawasan CA, seperti puncak Gunung Guntur.

Namun, tetap banyak pendaki yang nekat memasuki kawasan CA Gunung Guntur. Kejadian pendaki hilang pada Sabtu di pos 3 Gunung Guntur, menurut dia, juga sudah memasuki kawasan CA

“Kita sebenarnya memperbolehkan pendaki hanya di areal TWA sampai Curug Cikoneng. Kita tak izinkan mereka ke CA, tapi faktanya di lapangan susah dikontrol,” terangnya.

Menurut dia, pendaki Gunung Guntur memasuki kawasan CA sudah menjadi hal biasa. Kendati demikian, petugas KSDA bukan berarti tak bertindak.

Dodi mengatakan telah sering memberi imbauan kepada pendaki dan masyarakat sekitar. Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan perubahan fungsi CA menjadi TWA Gunung Guntur.

Baca juga : Pemuda Warga Cipaku Hilang di Pos 3 Gunung Guntur Garut

Namun, keputusannya ada di level Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Memang dilema. Di satu sisi, kita terus mengimbau agar pendaki tak masuk cagar alam. Di sisi lain, Guntur ini menjadi ikon wisata Garut,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.