Pemudik akan di-Rapid Test Sebelum Nyoblos di Pangandaran

69
0
Maskuri Sudrajat
Maskuri Sudrajat

PANGANDARAN – Para pemudik yang akan melakukan pencoblosan pada 9 Desember mendatang, didorong untuk menjalani rapid test terlebih dahulu.

Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran Maskuri Sudrajat mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran berkomitmen untuk mengantisipasi penularan Covid-19 saat pencoblosan nanti.

“Di samping kita ingin adanya partisipasi pemilih yang tinggi, penerapan protokol kesehatan juga harus diperhatikan betul,” kata dia kepada Radar, Senin (30/11).

Kata dia, alat rapid test sendiri sudah dipersiapkan untuk mencegah adanya masyarakat yang reaktif masuk kedalam TPS. “Kalau jumlah alat rapid-nya itu kurang tahu persis,” ujarnya.

Maskuri mengatakan KPU meminta kepada jajaran pengawas di bawah untuk ikut menyosialisasikan rencana rapid test massal bagi pemudik yang akan mencoblos. “Terutama di Mangunjaya yang kebanyakan penduduknya memang merantau keluar daerah,” kata dia mengimbau.

Mereka yang merantau kebanyakan adalah pekerja. “Tapi banyak juga pelajar yang menimba ilmu ke luar Pangandaran dan mereka kebanyakan pemilih pemula,” ujarnya.
Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan kemungkinan akan ada 6.000 lebih pemudik saat pencoblosan nanti. “Kita akan antisipasi dengan rapid test,” ujarnya.

Baca juga : 800 PTPS Pangandaran Jalani Rapid Test

Dani mengharapkan tidak ada klaster Covid-19 dari Pilkada Pangandaran. “Saya mendoakan agar tidak terjadi apa-apa dan 5 Desember nanti adalah hari terakhir saya bertugas sebagai Pjs Bupati Pangandaran,” kata dia mengungkapkan.

Sementara itu para penyelenggara Pilkada seperti Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah ataupun tim pasangan calon diharapkan dapat membantu mencegah penularan Covid-19 saat pemungutan suara nanti 9 Desember. Caranya dengan tidak mengundang kerumunan dan menjadi contoh bagi para pemilihnya.

“Pastikan tidak terjadi penumpukan dan kerumunan di TPS (tempat pemungutan suara, Red). Bagi masyarakat, mohon perhatikan jarak aman saat mengantre di dalam dan di luar TPS,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Jumat (27/11).

Selain itu, masyarakat diminta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) saat menyalurkan suaranya TPS.

Hal ini juga berlaku bagi para petugas penyelenggara Pilkada di TPS-TPS. “Mari kita semarakkan pesta demokrasi ini dengan aman. Yang terpenting tetap mengutamakan protokol kesehatan di setiap aktivitas Pilkada,” kata Wiku mengajak. (den/rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.