Pemudik Ciamis Ternyata Akan Balik ke Kota Tempat Ngadu Nasib

207
0
MEMBEBERKAN. Ketua Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid-19 Ciamis dr Bayu Yudiawan membeberkan perkembangan kasus Covid-19 kemarin. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Pemudik masih berdatangan ke Ciamis. Totalnya sampai saat ini terdata 26.642. Dari jumlah tersebut sebanyak 16.518 telah selesai menjalani pemantauan. Mereka sebelumnya menjalani isolasi mandiri.

Namun dari pemudik yang tuntas menjalani masa karantina mandiri itu, menurut Ketua Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid-19 Ciamis dr Bayu Yudiawan, ada yang akan kembali ke kota tempat mereka mengadu nasib.

Baca juga : Warga Ciamis tak Pakai Masker Dihukum Push Up

“Tercatat ada beberapa kasus yang selesai menyelesaikan isolasi mandiri di rumah ada beberapa yang akan berangkat lagi ke kota,” ujar Bayu di ruangannya Selasa (14/4).

Menyikapi hal itu, Gugus Tugas Perce­patan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis akan memperketat perbatasan. Tim ga­bungan di posko perbatasan, kata Bayu, akan mempertanyakan urgensi dari kepentingan mereka pulang-pergi ke daerah perkotaan, terutama zona merah.

Sebagai langkah mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT). Terutama bagi tim medis yang kontak langsung dengan orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pemantauan (PDP) atau positif Covid-19.

Pelaksanaan RDT, kata Bayu, dilaksanakan kepada petugas medis tingkat puskesmas, RS swasta dan RSUD. Mereka juga menjalani screening. Untuk RS swasta dan RSUD hasilnya negatif.

“Untuk tim medis diharapkan terus melakukan protokol pencegahan Infeksi,” imbaunya.

Bayu juga menjelaskan soal tenaga medis yang menunjukkan hasil rapid test positif. Menurutnya, tenaga medis tersebut izin merawat keluarganya di Bandung. Saat ini tenaga medis tersebut menjalani isolasi mandiri. Nanti yang bersangkutan akan mengikuti tes-2 dan polymerase chain reaction (PCR).

Penanganan penularan Covid-19 juga, kata Bayu, sudah diinformasikan sampai tingkat desa, RW dan RT. Itu seiring dengan keluarnya edaran Kementerian Desa diiringi dengan Protokol Desa Tanggap Covid-19. Di dalamnya ada petunjuk teknis (juknis) Relawan Desa.

Relawan Desa akan ikut aktif menjaga warganya membantu isolasi mandiri di rumah dan mencukupi kebu­tuhannya –yang isolasi mandiri tersebut. Mereka juga menjaga dari stigmatisasi orang yang menjalani isolasi mandiri dari masyarakat. Protokol kesehatan tersebut diterapkan di tatanan rumah tangga, termasuk penggunaan disinfektan.

Sementara itu untuk kasus Covid-19 di Ciamis, menurut Bayu, warga yang positif Covid-19 masih dua orang. Mereka menjalani perawatan.

Baca juga : Penipuan Jual Masker Lewat Medsos Diusut Polisi Ciamis

Adapun untuk pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 16 orang. Sebanyak 11 diantaranya selesai menjalani perawatan. Tiga orang meninggal dunia. Mereka meninggal karena penyakit pendukung. Sedangkan warga PDP yang masih dalam pengawasan lima orang.

Sementara untuk orang dalam pemantauan (ODP) di Ciamis sebanyak 1.528. Sebanyak 1.165 selesai menjalani pemantauan dan 363 masih dalam pemantauan. Adapun warga yang migrasi dalam pemantauan (MDP) sebanyak 26.642. Sebanyak 16.518 tuntas menjalani pemantauan dan 10.124 masih menjalani pemantauan. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.