Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Pemudik dan Tamu Picu Klaster Corona di Pangandaran

319
0
Kadinkes Kab Pangandaran Yani Achmad
Kadinkes Kab Pangandaran Yani Achmad

PANGANDARAN – Munculnya klaster Covid-19 di Kabupaten Pangadaran, kebanyakan dibawa oleh para pemudik atau tamu dari luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki mencontohkan saat munculnya klaster hajat pernikahan di Cimerak, virus corona dibawa oleh keluarga pengantin laki-laki dari Halmahera, Maluku Utara.

“Kan itu jelas pengantin laki-laki. Kemudian orang tuanya yang pertama kali positif dan menunjukkan gejala,” ujarnya kepada Radar Kamis (27/8).

Menurutnya, tamu dari Halmahera itu tidak masuk salam database penularan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, akan tetapi tetap ditangani di Pangandaran. “Kalau penanganan tetap kita yang lakukan, cuma tidak terdata saja,” jelasnya.

Sementara tujuh orang lainnya yang juga dinyatakan positif, merupakan keluarga pengantin perempuan. Mereka asli warga Pangandaran. “Sampai hari ini mereka masih dirawat di (RSUD) Pandega,” kata Yani Achmad.

Baca juga : Mahasiswa Pangandaran Tanyakan Kasus Pembubaran Pemudik yang Dikarantina Khusus

Sampai saat ini, kata dia, 43 orang masih menunggu hasil dari tes swab yang dilakukan Senin (24/8). Mereka adalah warga yang memiliki kontak erat dengan pengantin. “Ya mereka hadir dalam undangan itu, sudah di-swab dan sampelnya dibawa ke Jawa Barat,” terangnya.

Yani mengaku sangat setuju jika Bupati Pangandaran melakukan pengetatan terhadap pengunjung atau tamu dari luar daerah, yang tinggal selama 1 kali 24 jam lebih. “Kalau tinggalnya selama itu harus di-rapid atau di-swab,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari. “Bisa dilihat sekarang masih ada yang tertular, semuanya harus hati-hati,” ujarnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.