Pemudik Kabupaten Tasik dari Jakarta Positif Covid-19, Keluarga Segera Dilakukan Rapid Test

765
0

SINGAPARNA – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya mengonfirmasi adanya penambahan satu kasus positif Covid-19. Jadi total kasus positif di kabupaten menjadi dua orang.

Kasus pertama merupakan warga Kecamatan Sariwangi yang dinyatakan positif hasil dua kali rapid test dan uji swab PCR.

Baca juga : Di Tengah Wabah Covid-19, Stok Darah di PMI Kabupaten Tasik Kosong

Kemudian kasus kedua merupakan warga Kecamatan Salawu yang berprofesi sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta yang baru pulang ke Tasik.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes mengatakan, dengan satu warga positif ini menjadikan kasus yang terkonfirmasi dua orang.

“Iya, kita ada penambahan satu kasus. Dia adalah penduduk asli Kabupaten Tasik yang bekerja di Jakarta dan baru pulang ke Tasik,” ujarnya kepada wartawan di Pendopo Baru Setda Kabupaten Tasik, Kamis (7/5).

Menurut Heru, satu warga kabupaten yang terkonfirmasi positif ini juga selain bekerja di RSPI Sulianti Saroso yang menjadi rujukan penanganan Covid-19 di Jakarta juga sebagai relawan Covid-19 di Rumah Sakit Jiwa di sana.

Bisa ditentukan positif, kata Heru, karena ada hasil pemeriksaan reguler atau rutin dengan rapid test dan uji swab PCR di rumah sakit tersebut terhadap perawatnya.

“Nah, kebetulan hasil daripada rapid test memang negatif, tapi setelah uji swab PCR warga tersebut positif Covid-19.

Seharusnya mengisolasi diri selama 14 hari di Jakarta, tapi karena ada sesuatu hal dia pulang ke Tasik. Empat sampai lima hari kemudian hasil swab PCR-nya positif,” kata dia.

Menurutnya, kemungkinan warga tersebut memaksakan pulang ke Tasik, karena merasa sehat dan tidak mengalami gejala virus corona. Namun setelah keluar hasil swab terpaksa diisolasi di daerah.

“Artinya warga ini sudah kontak erat dengan pasien Covid-19, karena kerja di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 nasional. Dia masih bekerja di sana, namun pulang ke Tasik,” ujar dia.

Maka sesuai protokol kesehatan, ungkap dia, terpaksa yang bersangkutan diisolasi di RSUD SMC, tidak isolasi mandiri di rumahnya di Salawu. Walaupun memang kondisinya bagus tidak ada keluhan.

“Yang bersangkutan diisolasi di RSUD SMC, walaupun memang statusnya terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan. Sebenarnya bisa isolasi mandiri, tapi untuk kasus ini pengendalian kita tempatkan dulu di RSUD sebagai bentuk kehati-hatian dan jaga-jaga supaya tidak membuat resah masyarakat,” papar dia.

Sementara untuk keluarganya yang pernah kontak erat, akan dilakukan rapid test dan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Baca juga : Bupati Pangandaran Deg-Degan, Minta Kota-Kabupaten se-Jabar Kompak Hadapi Pemudik

Direktur Utama (Dirut) RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Iman Firmansyah menambahkan, memang benar bahwa satu warga kabupaten yang pulang dari Jakarta saat ini diisolasi di RSUD SMC.

“Sesuai protokol kesehatan, kita rawat pasien tersebut, mudah-mudahan ke depan menunjukkan hasil kesehatan yang membaik dan bisa sembuh dari Covid-19 ini,” tambah dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.