Pemudik ke Pangandaran Wajib Isolasi, 93 Lokasi Karantina Sudah Siap

174
0
DISIAPKAN. Desa Karangjaladri dan Desa Parigi Kecamatan Parigi sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pemudik di bangunan SMPN 1 Parigi, Rabu (29/4). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA
DISIAPKAN. Desa Karangjaladri dan Desa Parigi Kecamatan Parigi sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pemudik di bangunan SMPN 1 Parigi, Rabu (29/4). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran semakin serius menyikapi pandemi Covid-19, terlebih setelah ada satu warganya yang dinyatakan positif.

Sebanyak 93 tempat isolasi khusus sudah disiapkan untuk warga yang memaksakan mudik di tengah pandemi Covid-19.

Hari ini (30/4) mulai diberlakukan isolasi khusus bagi warga Kabupaten Pangandaran yang baru datang dari wilayah zona merah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Ketika diketahui ada warga yang baru datang, terlebih dari zona merah akan langsung dibawa ke tempat isolasi khusus tanpa kompromi yang sudah disiapkan oleh pemerintah kecamatan dan desa.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, ruang isolasi khusus ini bagian dari langkah memutuskan dan mencegah siklus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Ketika ditempatkan di ruangan isolasi khusus, para pemudik tersebut akan diberikan penanganan dan pemantauan kesehatan secara rutin.

Baca Juga : Jalan Bojong Salawe Pangandaran Ditutup, Pemdes Karangjaladri Larang Warga Ngabuburit

Termasuk bangunannya pun akan terus disterilkan untuk mencegah penyebaran kepada siswa ketika sekolah kembali digunakan.

“Kita siapkan tempat isolasi khusus pemudik sekitar 93 titik, ada yang di bangunan SD dan SMP. Setelah selesai akan disemprotkan disinfektan dan pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, maka jangan khawatir ketika akan dikembalikan sebagai tempat belajar siswa,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/4).

Kata Jeje, isolasi khusus ini supaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Terlebih untuk menjadi perhatian bagi para warga Pangandaran yang berada di perantauan untuk tidak pulang dulu, tapi jika tetap memaksakan pulang terpaksa harus dibawa ke tempat isolasi khusus yang disediakan selama 14 hari.

“Saya harap di sana saja sampai kondisi ini (wabah Covid-19, Red) selesai. Maka kalau (warga perantau tidak mudik, Red) bisa disiplin sehingga bagus mampu melindungi masyarakat Kabupaten Pangandaran, karena kalau diisolasi tetap tidak bisa bertemu keluarga,” ujarnya.

Kata Jeje, fasilitas yang disediakan di tempat isolasi seadanya saja, tidak ada fasilitas khusus seperti hotel berbintang.

“Yang tersedia hanya tempat tidur, penerangan, pos penjagaan dan uang makan Rp 20.000 per hari, Nanti keluarganya yang memasak dan mengantarkan ke tempat isolasi,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, Jeje pun sepakat apabila seluruh daerah di Jawa Barat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya memutus penyebaran virus corona.

“Kami sepakat PSBB diberlakukan di seluruh kota-kabupaten di Jawa Barat.  langkah ini mempercepat (pencegahan virus Covid-19, Red), sedangkan kalau setengah-setengah terus, tidak efektif dan lama,” ujarnya.

Baca Juga : Pemdes se-Pangandaran Siapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik dari Zona Merah

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Drs H Surman MPd menjelaskan, sangat positif untuk setiap bangunan sekolah digunakan sementara untuk isolasi khusus bagi pemudik. Karena masyarakat butuh sehat dan selamat dari Covid-19.

“Saya mengizinkan untuk digunakan oleh masyarakat (pemudik, Red). Hanya saja posisi tempatnya isolasi khusus itu jauh dari lingkungan masyarakat,” katanya.

Sehingga, kata dia, ketika ada aktivitas di bangunan sekolah tersebut tidak menjadi pusat perhatian, khususnya anak-anak yang rasa ingin tahunya begitu besar.

“Saya mengimbau tempat sekolah yang digunakan oleh desa agar steril dari anak siswa maka perlu penjagaan yang benar, baik pengawas dan orang tua,” ujarnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.