Penambahan Pasien Corona di Pangandaran Bukan dari Sektor Wisata

147
0
DIPERIKSA. Seorang pengendara tengah diperiksa saat operasi yustisi Sabtu (7/11). Prokes ditegakkan dengan ketat agar tidak terjadi lonjakan pasien Covid-19, terlebih ruang isolasi terbatas. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
DIPERIKSA. Seorang pengendara tengah diperiksa saat operasi yustisi Sabtu (7/11). Prokes ditegakkan dengan ketat agar tidak terjadi lonjakan pasien Covid-19, terlebih ruang isolasi terbatas. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Pasca ditemukannya pegawai yang positif Covid-19, Pjs Bupati Pangandaran Dani Hamdani menegaskan bahwa penertiban protokol kesehatan akan dilakukan di tiap perkantoran.

Dani mengatakan untuk penambahan kasus positif Covid-19 justru terjadi di luar sektor wisata, seperti pabrik dan perkantoran. “Padahal potensi di wilayah objek wisata juga sangat besar, tapi belum ada laporan munculnya kasus dari sini (daerah wisata, Red),” katanya kepada Radar, Sabtu (7/11).

Menurutnya, penertiban protokol kesehatan bagi tamu yang datang ke kantor pemerintahan maupun swasta perlu dilakukan. “Kita lihat apakah pengecekan suhu terhadap tamu atau pegawai yang masuk masih dilakukan atau tidak, kemudian cuci tangan, pemakaian APD-nya juga,” kata dia.

Ia merasa yakin jika perkantoran dan pabrik masih tertib dengan protokol kesehatan, maka penularan bisa diminimalisir. “Namun saat ini pengetatan ini sudah agak kendor, khususnya di tempat-tempat vital,” ujarnya.

Baca juga : Tak Ada Solusi Soal Kelangkaan Pupuk Subsidi di Pangandaran

Kata dia, kapasitas ruangan isolasi di RSUD Pandega juga hanya mampu menampung 19 pasien saja, jadi dia tidak mengharapkan ada peningkatan pasien yang signifikan. “Sehingga pasien isolasi membludak, sementara kapasitas tidak mencukupi,” ungkapnya.

Menurutnya, daya tampung ruang isolasi menjadi problem serius, jika nantinya pasien mencapai puluhan orang. “Saya sudah intruksikan untuk menambah ruang isolasi,” katanya.

Kata dia, masyarakat Pangandaran jangan sampai acuh dengan penerapan protokol kesehatan, karena imbasnya nanti akan sangat besar. “Makanya setiap akhir pekan dilakukan operasi yustisi di sekitaran objek wisata, demi ketertiban bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi menambahkan, dalam operasi Sabtu kemarin pihaknya berhasil menindak langsung 84 warga yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Mereka diberikan beragam tindakan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

“Dari 84 warga yang melanggar, 7 orang diberikan teguran lisan, 41 orang teguran tertulis, 6 orang sanksi sosial mengucap Pancasila dan 30 orang saksi fisik berupa push up,” jelasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.