Penanam Pohon Ganja dalam Polybag di Kadipaten Tasik Jadi 8 Orang

933
0
radartasikmalaya.com
Kepala BNNK Tasik, Tuteng Budiman, memperlihatkan pohon ganja dalam polybag yang ditemukan di rumah salah satu warga Kadipaten, Selasa (20/10) siang. denden ahdani / radar tv

KOTA TASIK – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Tasikmalaya, Tuteng Budiman mengakui, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait kasus penggerebekan pohon ganja yang ditanam di polybag di Kadipaten, Kabupaten Tasik.

“Pengembangan dari lima tersangka, ternyata masih ada tanaman lain. Namun pohonnya sudah diambil, tinggal polybagnya saja,” katanya kepada wartawan, Sabtu (24/10) siang.

“Itu polibagnya terletak di sekitar pohon kopi di wilayah tersebut. Kita masih terus kembangkan kasus ini pokoknya,” sambungnya.

Dia menerangkan, kemarin (Kamis 22/10) malam, pihaknya kembali membawa tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Ketiga orang ini disuruh menanam dan menjaga tanaman. Namun, yang ambil tanaman itu belum diketahui hingga kini,” terangnya.

Sedangkan terkait keberadaan ladang ganja, tambah dia, hingga kini juga belum diketahui kebenarannya.

“Kalau lihat dari satu batang pohon yang matang (memang sepertinya ada ladangnya). Itu sudah ada bunga. Tidak mungkin bijinya hanya 50 biji,” tambahnya.

Semaian itu, jelas dia, pasti sudah tersebar. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari di mana lahannya.

“Kita juga minta tersangka terbuka. Karena sampai sekarang masih tertutup. Nanti dikabarin lagi kang kalau ada perkembangan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Narkotika (BNN) Perkawilan Jawa Barat dan BNN Kota Tasikmalaya, menggerebek pemilik 45 batang ganja yang ditanam di polybag sebuah rumah Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10) siang.

Tinggi tanaman ganja ini bervariasi mulai dari satu meter usia 2 bulan sampai puluhan bibit setinggi 15 centimeter yang siap untuk disemai ke polybag lainnya.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan penyelidikan selama 2 bulan, kita berhasil menggerebek rumah milik M (50), warga sini asli pemilik 45 batang pohon ganja yang ditanam di polybag,” ujar Kepala BNN Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman di lokasi penggerebekan.

Tuteng menerangkan, penggerebekan ini setelah pihaknya mendapatkan sampel hasil penyelidikan dari tersangka dengan cara membeli dan terkonfirmasi narkotika jenis ganja hasil Laboratorium.

Selama ini, tersangka mengaku telah beberapa kali memanen hasil tanaman ganjanya untuk dijual dan dipakai sendiri.

“Pengakuan tersangka hasil tanaman ganjanya dipakai sendiri dan dijual ke warga sekitar. Tersangka juga mengaku sudah memakai ganja sejak kecil. Dia mengaku menanam ganja sudah puluhan tahun lamanya selama ini,” terangnya.

Tuteng menambahkan, tersangka diamankan dengan 3 orang pria lainnya yang selama ini menanam ganja di atap belakang rumahnya.

Hasil panen mereka selain dikonsumsi sendiri, selama ini telah dijual di wilayah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya dan beberapa luar daerah di dekat Tasikmalaya.

“Beberapa kali telah panen hasil tanamannya dijual di wilayah Ciawi dan beberapa luar daerah dekat Tasikmalaya. Mereka juga sering di rumah tersangka memakai barang haram tersebut secara ramai-ramau bersama teman-temannya,” tambahnya.

Tuteng menegaskan, petugas BNN dibantu oleh petugas Kepolisian, TNI dan pemerintah daerah setempat menelusuri keberadaan tanaman ganja lainnya.

Pihak BNN hingga kini masih terus mengembangkan penyelidikannya karena diduga ada lahan yang dijadikan sebagai tanaman ganja berskala besar.

“Kalau tanaman ganjanya berasal dari biji yang diperoleh dari barang yang awalnya dikonsumsi. Terus tanaman yang sudah besar dan berbuah pun dijadikan bibit dan disemai untuk dibesarkan lagi. Sehingga, tanaman pun jadi semakin banyak dikembangbiakan selama ini oleh tersangka dan rekan-rekan sekampungnya,” jelasnya.

Kini, keempat tersangka telah diamankan petugas BNN dan masih dimintai keterangan di lokasi penggerebekan. Mereka dijerat Undang-undang Narkoba Pasal 111 karena jelas telah menanam ganja selama bertahun-tahun lamanya.

“Denga pasal yang disangkakan tersangka bisa dijerat maksimal hukuman mati,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.