Penanganan Covid-19, Tokoh Masyarakat Kota Tasik Perlu Diajak Kolaborasi

44
0
PAPARKAN. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH MH menghadiri Poadcast Melawan Covid-19 di Graha Pena Radar Tasikmalaya, Kamis (14/1). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya
Loading...

TAWANG – Sejak awal pandemi, pemerintah daerah sampai pemerintah pusat mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan angka penularan Covid-19. Namun setelah beberapa kali aturan pembatasan di otak-atik, tetap saja dilanggar oleh sebagian warga.

Dari operasi Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya yang dilakukan, temuan pelanggaran selalu ada setiap hari. Pelanggaran meliputi penggunaan masker sampai aktivitas melebihi batasan waktu yang ditentukan.

Hal itu diakui oleh Kasdim 0612 Mayor Inf Chandra Suhendra yang mengatakan di masa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini pelanggaran masih ditemukan. Penindakan pun dilakukan baik kerja sosial, denda, teguran tertulis sampai penutupan sementara tempat usaha.

“Masih ada kalau yang melanggar,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (14/1).

Baca juga : HEBOH Mortir Ditemukan Warga Plang Kota Tasik

loading...

Menurutnya, kesadaran masyarakat sendiri dalam menerapkan protokol kesehatan masih perlu ditingkatkan. Sehingga edukasi dan imbauan pun terus dilakukan tim patroli.

“Kalau kita tentu selalu berupaya baik menertibkan juga menyosialisasikan prokes,” terangnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim SH menilai edukasi kepada masyarakat memang harus terus digencarkan. 45 anggota DPRD pun berkomitmen ikut serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Baik melalui reses atau pun di kegiatan-kegiatan lain,” tuturnya.

Pasalnya, upaya mencegah rantai penularan tidak bisa hanya dilakukan secara struktural oleh Satgas. Upaya secara kultural pun harus dilakukan dengan pendekatan dengan masyarakat.

“Lakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, para tokoh dan simpul masyarakat perlu diajak untuk berkolaborasi. Tidak bisa dipungkiri Sumber Daya Manusia (SDM) dari Satgas terbatas.

“Saya rasa masih banyak juga warga yang belum mengetahui edaran dari pemerintah,” tuturnya.

Aslim meminta Satgas juga mempercepat kesiapan dari RS Purbaratu dan RS Dewi Sartika untuk bisa digunakan sebagai RS darurat. Hal itu sebagai antisipasi ketika pasien aktif kembali melonjak. “Itu kan harus dipersiapkan,” terangnya.

Pihaknya berharap penularan Covid-19 ini, bisa lebih terkendali ke depannya. Karena bagaimana pun hal ini berdampak kepada anggaran dan menghambat program dari pemerintah.

“Kalau terus-terusan, bisa refocusing anggaran lagi jadinya,” pungkasnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.