Penanganan Kesehatan di Kota Banjar Bukan dari DID, Cukup dari BTT

49
0
Tri Pamuji Rudianto Wakil Ketua sementara DPRD Kota Banjar Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamuji Rudianto menilai kebutuhan penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan tidak perlu lagi dianggarkan lagi dari Dana Insentif Daerah (DID). Pasalnya, untuk kesehatan sudah disiapkan dari dana Biaya Tidak Terduga (BTT).

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan dan RSUD Banjar mengusulkan pengadaan reagen untuk pengadaan swab test dari DID.

“Dari sekian bidang yang perlu diprioritaskan, yaitu percepatan bidang ekonomi, infrastruktur penunjang destinasi wisata daerah dan kesehatan. Yang perlu diingat bahwa karena percepatan di bidang kesehatan sudah teralokasikan dana yang cukup dari BTT hasil refocussing dan rasionalisasi APBD, sehingga DID ini diprioritaskan untuk dua bidang lain yaitu ekonomi dan infrastruktur penunjang wisata atau ekonomi,” kata Tri Pamuji Kamis (24/9).

Baca juga : Wali Kota Banjar Ajak Siswa SMA Jadi Petani Milenial

Ia menjelaskan dalam perencanaan pembangunan daerah sebetulnya sudah sangat gamblang regulasi sebagai instrumen dalam memandu daerah untuk menghasilkan sebuah perencanaan pembangunan yang baik dan jelas arah pencapaiannya.

Dalam pelaksanaan tahapan pembangunan daerah itu sendiri, tidak jarang kita dengar keluhan klasik terkait minimnya anggaran dan bahkan seolah itu sebagai senjata andal dalam menjawab masalah yang ada tanpa perlu mencari solusi atas masalah tersebut.

Loading...

“Sehingga sangatlah tidak aneh apabila tersedia dana pun masih ada kendala di dalam penyerapannya. Karena inti dari permasalahan birokrasi di Banjar sebetulnya bukan melulu masalah keuangan. Sehingga saya sangat khawatir akan kecepatan Pemerintah Kota Banjar agar maksimal dalam menyerap anggaran DID sejumlah Rp 11,9 M yang waktu pengajuanya ada batasannya sampai September 2020,” kata dia. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.