Penanganan Korban Banjir di Selatan Garut Terapkan Protokol Kesehatan

74
0
BANTUAN. Tim CSR PT Antam Garut Aceng menyerahkan bantuan untuk korban melalui posko bencana di Kecamatan Pameungpeuk Jumat (16/10). yana taryana / rakyat garut

TAROGONG KIDUL – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memastikan penanganan korban bencana banjir bandang dan longsor di wilayah selatan Garut menerapkan prokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19.

“Dari mulai penyaluran bantuan sampai pendirian tempat pengungsian kita terapkan prokol kesehatan,” ujar Helmi kepada wartawan, Jumat (16/10).

Baca juga : 3 Kecamatan Garut Selatan Banjir Bandang, 625 Ha Sawah Gagal Panen

Helmi menerangkan, penerapan prokol kesehatan yakni, para relawan menggunakan masker, penyaluran bantuan sembako untuk korban juga dilakukan dengan cara mendatangi korban satu persatu.

“Jadi tidak ada warga yang berkerumun, khususnya dalam penyaluran bantuan ini. Petugas langsung mendatangi korban satu-satu,” terangnya.

Untuk tempat pengungsian, pihaknya membangun beberapa titik. Hal itu dilakukan supaya masyarakat tidak berkerumun di lokasi pengungsian.

Loading...

“Kalau biasanya satu gedung untuk ratusan orang, kini dibagi menjadi beberapa gedung. Sehingga tidak berkerumun,” ujarnya.
Ia menyampaikan daerah yang terdampak bencana banjir bandang tidak termasuk zona merah penyebaran wabah Covid-19, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

Meski bukan zona merah, masyarakat, khususnya pengungsi maupun yang membantu korban banjir tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan jaga kebersihan diri seperti rajin cuci tangan.

“Untuk Covid-19 di sana itu zona hijau, jadi memang tidak terlalu risau. Cuma tetap standar protokol kesehatan harus diterapkan agar tidak terjadi peningkatan kasus,” terangnya.

Ia menyampaikan hasil peninjauan dan laporan di lapangan, terdapat lima ribuan orang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah selatan Garut. Saat ini sebagian warga harus mengungsi karena rumahnya rusak.

Pemkab Garut, lanjut dia, sudah membuat beberapa posko pengungsian serta menyiapkan kebutuhan pangan untuk warga yang tinggal di pengungsian.

“Jadi warga yang terdampak seluruhnya sudah dievakuasi ke posko pengungsian dan kami melakukan kajian bagaimana lokasi tempat tinggal warga yang terdampak bencana alam,” terangnya.

Mengenai logistik untuk para korban, Helmi menjamin semua pasokan aman. Karena selain ada dari pemerintah, juga banyaknya donatur yang datang untuk memberikan sumbangan, berupa sembako dan alat-alat kebutuhan lainnya.

Seperti halnya dari PT Aneka Tambang (Antam). Dari perusahaan ini menyalurkan bantuan sembako untuk para korban banjir bandang dan lonsgor di wilayah selatan Garut.

“Bantuan ini kami salurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak bencana di Garut selatan,” ujar Tim CSR PT Antam, Aceng Suhendar kepada wartawan, kemarin.

Baca juga : Bantuan untuk Korban Banjir Bandang & Longsor di Garut Selatan Berdatangan

Menurut dia, bantuan yang diberikan berupa sembako dan keperluan mandi. Diharapkan dengan bantuan yang diberikan ini bisa membantu masyarakat yang menjadi korban bencana banjir bandang dan longsor. “Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi diharapkan bisa membantu mencukupi kebutuhan warga,” ujarnya.

Aceng menerangkan dalam penyaluran bantuan ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, supaya tidak terjadi adanya penularan Covid-19 kepada korban bencana dari bantuan. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.