Penanganan Sampah di Kota Banjar Harus Dibenahi

41
0
Sri Sobariah Plt Kepala DLH Kota Banjar

BANJAR – Pemerhati lingkungan Johan menyebut bahwa tempat sampah harus disediakan oleh pemerintah sebagai sarana masyarakat untuk membuang sampah. Hal itu agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Dia menjelaskan tempat sampah sudah ada, hanya saja jumlah dan penempatannya apakah benar-benar di lokasi strategis atau tidak.

“Itu yang perlu diperhatikan, harus di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat untuk membuang sampah,” ujar dia kepada wartawan, Rabu (4/11) di kantornya.

Diakuinya, penanganan sampah di Kota Banjar masih belum maksimal, sehingga banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan atau buang lari.

Tentu, ini harus jadi bahan evaluasi dinas terkait mencari solusi dalam masalah ini.

“Sebenarnya masyarakat tidak akan muluk-muluk buang sampah pada tempatnya. Jika sarana atau fasilitas penunjang (tempat sampah, Red) ditingkatkan dan jumlahnya lebih maksimal,” jelasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Sri Sobariah mengatakan dalam proses penanganan sampah masih belum maksimal karena terbatasnya jumlah petugas kebersihan di lapangan.

“Kita akan coba benahi dulu agar penanganan sampah bisa lebih maksimal lagi. Bulan Desember saya akan terjun langsung ke lapangan, ikut memberikan solusi dalam menangani masalah sampah yang banyak dikeluhkan masyarakat,” tandasnya.

Diakuinya, untuk sarana tempat sampah, sudah lengkap dan tercukupi. Namun, kata dia, lebih efektif menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan atau buang lari.

Baca juga : Mahasiswa Kota Banjar Peduli Korban Bencana

Karena jika kesadaran masyarakat ada, maka secara otomatis mereka tidak akan membuang sampah sembarangan atau buang lari.

“Tentu harus ada solusi, misal sampah dikelola oleh lingkungan di masyarakat. Kita akan fasilitasi motor angkut sampah, tapi saat ini fasilitasnya belum memadai, ada cuma belum maksimal.

Mudah-mudahan kedepannya bisa direalisasikan dalam menangani sampah agar tidak terjadi penumpukan lagi,” pungkasnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.