Minta P2TP2A Beri Pendampingan kepada Tersangka Video Porno

Penangguhan Penahanan Ditolak

93
0

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut menolak permintaan penangguhan penahanan V dan W, tersangka kasus video porno. Sebelumnya, permohonan penangguhan penahanan disampaikan kuasa hukum para tersangka beberapa waktu lalu.

“Iya benar sudah kami tolak berdasarkan sejumlah pertimbangan,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng kepada wartawan di Mapolres Garut Kamis (29/8). Kasat reskrim menilai semua alat bukti dan pasal yang disangkakan sudah memenuhi unsur, sehingga tidak ada lagi penangguhan penahanan.

Selain itu, permohonan penangguhan penahanan ditolak karena pihaknya khawatir kedua tersangka melarikan diri atau mengulangi perbuatan serupa. Apalagi sampai saat ini pihaknya belum melihat adanya alasan yang mendukung terhadap permohonan penangguhan penahanan tersebut. “Para tersangka kita masih tahan di ruang tahanan Polres Garut, kecuali yang tersangka V. Kami titipkan di rutan karena tidak ada tempat di sini,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Budi Rahadian SH, kuasa hukum tersangka V mengaku belum menerima surat resmi terkait penolakan penangguhan penahanan dari Satreskrim Polres Garut. “Kami juga masih menunggu,” ujarnya.

Terkait itu pihaknya akan langsung menanyakan ke Polres Garut. “Kami akan memastikan permintaan itu benar ditolak atau tidak,” katanya.

Pihaknya juga sudah meminta bantuan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut untuk memberi pendampingan kepada V. “Utamanya untuk pendampingan psikologis dan medisnya. Tersangka itu seorang perempuan dan hemat kami sebagai korban dalam kasus ini,” ujarnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.