Penanggulangan HIV/AIDS di Ciamis Butuh Dukungan Semua Pihak

27
0

CIAMIS – Kepala Kesekretariatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Ciamis Andi Ali Pikri menjelaskan bahwa penanganan HIV/AIDS di Ciamis memerlukan partisipasi semua pihak. Semua unsur tersebut disinergikan oleh KPA yang diketuai Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya.

“Nah, kebetulan kemarin pada tanggal 17 November 2020 melakukan pertemuan dengan stakeholder difasilitasi oleh KPA. Selama ini kan peran dari stakeholder belum begitu maksimal, maka diharapkan pada priodesasi hari ini yang kebetulan diberikan mandat peran serta stakeholder dalam penanggulangan HIV ini berjalan optimal,” kata Andi ditemui di Taman Lokasana Kabupaten Ciamis, Jumat siang (20/11).

Andi menjelaskan pengoptimalan semua unsur untuk penanganan HIV/AIDS memerlukan waktu. Itu perlu bertahap. Apalagi semua unsur harus berfungsi.

Untuk itu dalam waktu dekat ini, dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember, akan dilaksanakan tes HIV untuk ibu hamil. Rencana tes tersebut akan dilaksanakan di lima kecamatan di lima puskesmas yaitu Banjarsari, Panjalu, Rancah, Cipaku dan Panawangan.

Baca juga : HEBOH Mayat Misterius Dikerubuti Biawak di Manonjaya Tasik, Ternyata Warga Ciamis

“Nanti kita laksanakan. Mudah-mudahan tidak ada halangan tanggal 2 Desember nanti dihadiri oleh tim Ketu PKK, Ibu Bupati yakni Ibu Kania,” paparnya.

Pihaknya berharap dengan simulasi tes promosi tes HIV kepada ibu hamil tersebut, setidaknya sudah meminimalisir penularan HIV/AIDS.

“Hanya kita tidak sesederhana itu, karena masyarakat juga awam untuk memahami tes HIV. Nah, peran stakeholder itu mematahkan stigmanisasi kekhawatiran setiap ibu untuk dilakukan tes HIV, karena masih stigma negatif dites HIV dianggap seperti apa,” ujarnya. “Ini kita harus luruskan,” ujar dia mengimbau.

Peran stakeholder dari tingkat promosi, kebijakan sektoral sampai tingkat desa, kata dia ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Adapun Dinas Sosial berperan membantu jika ada warga yang positif HIV/AIDS. Kemudian, Dinas Pertanian, Peternakan menjadikan warga yang positif HIV bisa tetap produktif.

“Jadi hampir seluruh stakeholder ini aktif berperan, karena berbicara HIV tidak hanya berpikir kesehatan dan penyakit virus, namun berbicara tentang humanity, kemanusiaan,” kata dua memaparkan.

Pada dasarnya, kata Andi, menanggulangi orang yang terjangkit HIV/AIDS tidak hanya sekadar mengobatinya. Namun memulihkan mental dan psikologinya. Ditata ulang. Itu agar mereka tidak minder.

Termasuk menjaga mereka agar jangan sampai terstigmakan negatif. “Nah hari ini stigma negatif terjadi karena informasinya dan edukasinya kurang. Ini yang menjadi evaluasi,” ujarnya.

Namun demikian, kata Andi, KPA sudah melakukan koordinasi lintas sektor dengan stakeholder, organisasi-organisasi eksternal, relawan dan aktivis untuk menangani HIV/AIDS di Ciamis.

“Kalau di lintas sektoral juga ada Karang Taruna Pusat Informasi Kesehatan dan kita sudah bangun di 27 kecamatan dan itu peran andil dan aktif,” ujarnya.

“Makanya, kami, guna menekan laju virus (HIV) itu sendiri, semakin banyak yang diperiksa, semakin meminimalisir risiko penularan,” kata dia menjelaskan. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.