Penataan HZ-Cihideung Kota Tasik Jangan Munculkan Warga Miskin

230
0
GAMBARAN AWAL. Pemkot Tasikmalaya akan melakukan penataan di Jalan HZ Mustofa hingga Jalan Cihideung pada tahun 2021. Kiri, kondisi HZ Mustofa yang saat ini dinilai semakin semrawut.

CIHIDEUNG – Pemerintah Kota Tasikmalaya diminta memperhatikan warga sekitaran HZ Mustofa dan Cihideung, yang sudah bertahun-tahun mencari nafkah di badan jalan tersebut.

Meski secara aturan mengganggu ketertiban, tetapi aspek kemanusiaan perlu menjadi bahan pertimbangan.

Baca juga : Kota Tasik Tersisa 1 Pasien Positif Covid-19

Hal itu ditegaskan Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi Sakan. Menurutnya, wacana penataan HZ Mustofa memang sudah bergulir lama.

Namun, ketika hendak merealisasikannya, Pemkot perlu duduk bersama dengan warga sekitar yang sudah menahun mencari penghidupan di jalur pusat kota tersebut.

“Kami dorong sebelum realisasi perencanaan penataan HZ dilaksanakan, berbicara dulu dengan warga sekitar HZ Mustofa. Baik melibatkan tokoh RT/RW maupun unsur pemuda setempat,” tuturnya saat ditemui di DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (24/6).

Menurutnya, tidak sedikit warga sekitaran HZ Mustofa yang mencari rezeki di jalur perekonomian tersebut. Pihaknya tidak menginginkan rencana penataan yang tujuannya baik, justru berekses terhadap kelaparan.

“Harus dipikirkan solusinya, kami tahu betul banyak yang menggantungkan hidup di jalan utama perekonomian Kota Resik tersebut,” kata pria yang akrab disapa Jun itu.

“Betul aturan harus ditegakkan tapi prinsip kemanusiaan harus diperhatikan. Perlu dipikirkan yang sudah tahunan di sana bahkan turun temurun mungkin,” sambung dia.

Dia mencontohkan petugas parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL), harus terlebih dahulu diberikan sosialisasi. Supaya memahami rencana tersebut bukan mematikan usaha mereka, melainkan supaya kota lebih tertata.

“Sejak era almarhum Pak Bubun (Wali Kota Tasikmalaya pertama) persoalan penataan HZ Mustofa itu, kuncinya duduk bersama. Kami tidak berharap pemerintah serta merta gunakan tangan besi,” pinta dia.

Secara prinsip, ia mengakui penataan pusat kota sudah menjadi keharusan. Namun, jangan seperti kebijakan yang sudah-sudah. Ketika digulirkan malah muncul persoalan yang selayaknya bisa dihindari apabila ada komunikasi sejak awal.

“Jangan seperti yang sudah-sudah, pemerintah itu perlu hadir menengahi dan mencari solusi,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya itu.

Wakil Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya Abdullah Ahyani mengaku mendukung kebijakan penataan HZ tersebut.

Namun, kebijakan harusnya lebih solutif dalam menyelesaikan suatu persoalan. “Jangan justru melahirkan persoalan baru yang berdampak terhadap keberlangsungan hajat hidup orang banyak,” harap dia.

Dia meminta selagi Pemkot masih menyusun grand design penataan, diharapkan semua unsur bisa dilibatkan dalam suatu diskusi khusus.

Berkenaan rencana penataan wajah kota tersebut. “Nah kita setuju adanya penyediaan alternatif lahan parkir, atau lahan pekerjaan bagi yang nanti terdampak kehilangan pencaharian di jalur itu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, rencana penataan Jalan HZ Mustofa akan memiliki konsekuensi hilangnya area parkir pada trase Simpang Adipura sampai Cihideung. Untuk itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya harus menyiapkan alternatif penyimpanan kendaraan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tasikmalaya Gumilar menjelaskan perlunya pengganti area parkir di sekitaran HZ Mustofa, bukan semata mempertahankan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melainkan sebagai penyeimbang siklus antara parkir dan volume kendaraan yang masuk.

“Ketika program ini berjalan, nantinya akan menjaring volume lalu lintas ke HZ Mustofa, namun perlu disediakan pengganti lahan parkirnya.

Sehingga park and ride berjalan efektif,” kata dia kepada Radar, Selasa (23/6).

Pihaknya mengkaji beberapa alternatif sebagai sarana pengganti parkir. Mulai dari pemanfaatan ruas jalan penunjang HZ Mustofa, serta membuat parkir off street.

Opsi paling ideal, kata Gumilar, yakni membuat area parkir khusus di lokasi eks Setda Kabupaten Tasikmalaya atau mengandalkan sarana parkir swasta yang hendak berinvestasi di sekitaran pusat kota.

“Bekas setda baiknya bisa dibuat gedung parkir, kapasitas lima lantai saja. Sebagai ancang-ancang apabila pilot project sukses dari Simpang Adipura ke Simpang Cihideung, dilanjutkan sampai ke Tugu Asmaul Husna,” analisisnya.

Dia menjelaskan ketika gedung parkir hadir, satu lantai bisa digunakan untuk mengakomodir pedagang kecil. Sehingga, bisa simultan dengan rencana penataan Jalan Cihideung.

“Ketimbang dibuat Cihideung Sky Walk seperti yang sempat muncul, kami rasa lebih pas di sana ditempatkannya untuk PKL kuliner misalnya dan lain-lain,” kata Gumilar.

Menurutnya, apabila sudah tersedia area parkir khusus sebelum kendaraan masuk ke HZ Mustofa, otomatis pengunjung akan memanfaatkan trotoar untuk berbelanja di pertokoan.

Ketika pedestrian sudah tertata rapi dan tidak kumuh, serta area-nya luas akan nyaman dilalui pejalan kaki.

“Ini sudah masuk kajian kami berkaitan lalu lintas. Memang akan terjadi gangguan lalin secara signifikan, ketika volume begitu besar. Namun ketersediaan parkir tidak disiasati. Maka diharapkan sebelum konstruksi dimulai, alternatif parkirnya harus disiapkan karena parkir on street (badan jalan)-nya akan ditiadakan,” ucapnya.

Dia memetakan lebar Jalan HZ Mustofa dari Simpang Adipura sampai dengan Cihideung, sekitar 12 meter. Jalur lalin minimalnya diperlukan 2,75 meter, sehingga apabila Pemkot berencana membuat dua jalur, otomatis memakan sekitar 6 meter untuk jalur kendaraan.

Baca juga : BPR KS Kota Tasik Dikepung Brigade Thaliban, Gegara Ini..

“Ditambah perlu ada 1,5 meter untuk jalur sepeda dan becak, sebab eksisting hari ini becak di sana aktif,” papar dia.

“Sehingga space untuk pedestrian area, tersisa sekitar 4,5 meter. Nah itu untuk digunakan tempat duduk, pejalan kaki, PKL ditata seperti Braga Bandung,” sambungnya mendeskripsikan. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.