Penataan PKL Kota Tasik Jangan Tebang Pilih, Konsep Tata Kota Harus Diketahui Publik

108
0
Miftah Farid

BALEKOTA – Wali Kota Tasik, Budi Budiman dan Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf, bersikukuh bahwa kawasan batu andesit, depan Masjid Agung harus bebas dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL).

Terlenih, kondisi saat ini di kawasan batu andesit sudah keluar dari rencana awal penataan wilayah kota.

Menurut salah satu tokoh pemuda, Miftah Farid Almahzumi, pernyataan penguasa Pemkot Tasik di atas sangat menarik untuk dicermati. Yaitu “Kondisi Andesit Sudah Keluar dari Rencana Awal Penataan Kota”.

“Jadi penataan awal yg sesuai dengan konsep tata kotanya seperti apa? Apakah andesit itu bagian dari taman kota atau jalan raya?,” katanya kepada radartasikmalaya.com

Baca Juga: PKL Tamkot Tolak Dadaha
Baca Juga: Budi-Yusuf Keukeuh Kawasan Andesit Harus Bebas PKL, Ini Alasannya..
Baca Juga : PKL Pepmatas Nunggu Solusi dari Pemkot Tasik

Sebab, terang, dia yang juga Wakil Direktur Sipatutat, sangat wajar jika banyak pihak mempertanyakan hal itu. “Wajar dong bertanya seperti itu, sebab selalu berubah-ubah (dari jalan raya, dipasang andesit menjadi bagian tamkot (tidak digunakan jalan kendaraan), lalu kembali menjadi jalan kendaraan,” terangnya.

“Dan masyarakat Kota Tasikmalaya pun tidak mengetahui konsep awal tata kota yg disebutkan wali kota tersebut padahal dalam UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, di bagian ke empat pasal 11 poin 5 hurup a menyebutkan bahwa pemerintah daerah (kota/kab) harus menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan rencana umum dan rencana rinci tata ruang dalam rangka pelaksanaan penataan ruang wilayah kabupaten/kota,” sambungnya.

Baca Juga: Soal PKL Batu Andesit, Yusuf Minta DPRD Bersinergi dengan Pemkot

Begitupun, tambah dia, dengan larangan utk berjualan bagi PKL di wilayah tersebut, Pemkot seharusnya tegas. “Dalam artian tidak tebang pilih atau tidak membeda-bedakan pedagang dalam jenis produk yg dijualnya, ataupun pada hari apa berjualannya,” tukasnya.

Baca Juga : Dewan Minta Penertiban PKL di Kota Tasik Harus Menyeluruh, Termasuk di Daerah Ini..

“Karena itu akan menimbulkan kecemburuan antar PKL. Terlebih akan menimbulkan fitnah terhadap pemerintah itu sendiri (ada apa dengan pedagang itu?) dan lebih jauhnya lagi bisa menimbulkan konflik horizontal. Semua pedagang (masyarakat) sama dihadapan hukum,” sambungnya.

Jelas dia, ini baru menyoal penataan areal taman kota (andesit) dan Masjid Agung. Lalu bagaimana dengan penataan kota secara menyeluruh? Andesit, yang merupakan bagian kecil dari penataan dan Jalan Cihideung yang terlihat sekali kesemrawutannya antara PKL, parkir kendaraan, pejalan kaki dan lalu lalang kendaraan tak tuntas ditata.

“Padahan Jalan HZ dan Cihideung ini adalah wajah (etalase) perkotaan Tasikmalaya dari zaman wali kota sebelum-sebelumnya sampai walikota hari ini belum ada solusi terkait hal penataan yg serius,” tegasnya.

(rezza rizaldi/radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.