Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Pencairan Bantuan Non-DTKS Pemprov Jabar untuk Kota Tasik Belum Jelas

379
0
H Nana Rosadi Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H Nana Rosadi mengaku belum bisa memastikan waktu pencairan bantuan non-DTKS dari Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Sosial.

Namun, dia menargetkan pekan depan sudah mulai ada penyaluran bantuan kepada masyarakat dari Pemkot.

Baca juga : Ini 7 Pembatasan Kegiatan di Kota Tasik Saat PSBB Diberlakukan 6 Mei

“Mudah-mudahan Senin depan bisa terlaksana untuk bantuan dari Pemkot,” ungkapnya kepada Radar Senin (4/5).

Menurutnya, ada sekitar lebih dari 100 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk dalam data penerima bantuan non-DTKS.

Hal itu sudah disesuaikan dengan ajuan dari Ketua RT dan RW yang sebelumnya sudah melakukan pendataan.

Maka dari itu, kata H Nana, semua yang sudah didata oleh RT dan RW dipastikan akan menerima bantuan.

Pihaknya juga berharap tidak ada warga yang protes karena tidak kebagian bantuan tersebut.

“Kalau ada yang tidak kebagian, mungkin memang tidak terdata atau lupa tidak diajukan,” tuturnya.

Bantuan dari pemerintah efek dari wabah Covid-19 ini, kata Nana, berasal dari tiga sumber yang berbeda.

Yaitu Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Sosial. Jumlah bantuannya berbeda-beda. Itu disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat. “Dari pusat Rp 600.000, Provinsi dan daerah Rp 500.000,” kata dia.

Waktu pembagian dari tiga sumber tersebut, kata Nana, tidak akan dilakukan bersamaan. Hal itu bergantung kepada kebijakan masing-masing tingkat pemerintahan.

“Untuk yang dari provinsi dan pusat kami belum dapat informasi,” terangnya.

Bantuan tersebut bukan dalam bentuk sembako melainkan berupa uang tunai.

Hal ini demi menjaga perputaran uang di masyarakat agar tetap bergerak, karena penerima bantuan membelanjakan uangnya di warung-warung sekitar.

“Ini demi menekan inflasi, karena total perputaran uang itu kan mencapai Rp 50 miliar lebih,” kata dia menerangkan.

Baca juga : Pemkab Tasik Siapkan 2,7 M untuk Beli Sarung, Lelangnya Ditunda

Namun demikian, dia mengingatkan kepada masyarakat supaya menggunakan bantuan tersebut dengan bijaksana.

Jangan sampai disalahgunakan untuk non sembako terlebih untuk hal-hal yang tidak penting. “Kita minta ini dibelanjakan sembako untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.