Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Penculik Sempat Cium Korban

264
0
TALKSHOW. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro dan Kanit PPA Bripka Eka Ratnawati mengisi talkshow di Radar TV, Kamis (10/10). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota menemukan fakta baru dalam kasus penculikan YZ (5). Bocah perempuan 5 tahun itu ternyata sempat diciumi oleh pelaku yakni Acep Ilham (28).

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro mengaku sudah menggali informasi dari korban. YZ mengaku pernah diciumi pipinya oleh pelaku. “Dicium serta diraba organ vitalnya,” ungkap dia, Kamis (10/10)

Hal itu, kata Dadang, dilakukan pelaku ketika menggendong korban di perjalanannya. Soal mencium, Acep mengakuinya namun berdalih sebagai bentuk kasih sayang kepada adik. “Pelaku tetap mengaku bahwa motifnya karena senang terhadap korban,” ujarnya.

Beda halnya dengan meraba organ vital korban, sambung Dadang, hal itu dibantah pelaku. Polisi pun masih mendalami ada tidaknya unsur asusila yang dilakukan Acep Ilham kepada korban. “Kami masih terus lakukan pendalaman,” tuturnya.

Disinggung kondisi kejiwaan Acep Ilham, Dadang menilai tidak ada yang salah.

Pelaku sejauh ini bersikap kooperatif kepada penyidik, setiap pertanyaan yang dilontarkan dijawab dengan jelas. “Sejauh ini normal-normal saja,” katanya.

Namun demikian, Dadang menegaskan Acep Ilham merupakan pelaku tunggal yang bergerak sendiri. Dia bukan merupakan bagian dari jaringan atau sindikat pelaku penculikan. “Waspada perlu, tapi tidak sampai harus paranoid,” terangnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf mengaku prihatin dengan adanya kasus penculikan tersebut. Dia meminta kepolisian bisa mengungkap motif sebenarnya dari pelaku. “Kan harus terungkap apa yang menjadi motifnya,” kata Yusuf.

Dia meminta para orang tua untuk lebih waspada dengan munculnya kasus penculikan. Pengawasan terhadap anak harus benar-benar ditingkatkan, dan jangan mudah percaya terhadap orang lain. “Jangan terlalu percaya juga kepada pengasuh,” katanya.

Psikolog Tasikmalaya Rikha Surtika Dewi MPsi menilai dalih pelaku cenderung aneh. Jika memang dia menyukai anak kecil dan ingin memberikan rasa aman maka yang dilakukan adalah mengantar dia ke orang tuanya. “Apalagi pelaku tidak kenal kan dengan korban,” ujarnya.

Meskipun korban terlihat baik-baik saja, dampak secara psikologis tetap terjadi pada YZ. Karena bagaimana pun ingatannya merekam suatu kehebohan yang melibatkan dirinya. “Sedikit banyak, dia bisa mengalami trauma meskipun tergolong ringan,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.