Pencuri di Mangkubumi Kota Tasik yang Kepergok Warga Meninggal Dunia

978
0
Pelaku pencurian di Mangkubumi sempat kritis dan dirawat, kini meninggal dunia, Minggu (31/01). istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Nasib apes menimpa pencuri ke rumah warga Kampung Peundeuy Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasik, Minggu (31/01) dini hari.

Maling berinisial YR (34), warga Mangkubumi ini, keciduk warga saat mencuri di rumah seorang wiraswasta berinisial E (52) sekitar pukul 01.00 WIB.

Belakangan diketahui, tersangka ini residivis kasus pencurian dan baru keluar dari lapas Garut, serta diwajibkan lapor.

“Ya memang benar ada kejadian itu (pencurian, Red). Jadi Pelaku masuk ke rumah korban ke bagian lantai atas,” ujar Kapolsek Mangkubumi, Polresta Tasik, Iptu Endang Wijaya kepada wartawan.

“Sewaktu berada di atas, pelaku terlihat oleh warga. Lalu oleh warga diteriakin maling dan warga mengepung rumah korban,” sambungnya.

loading...

Terang dia, lalu pelaku berusaha melarikan diri lewat atap rumah warga lainnya.

Tetapi saat pelaku berusaha turun malah berhasil tertangkap warga.

“Bahkan pelaku sempat melawan tetapi berhasil ditangkap warga dan dihakimi massa sehingga pelaku mengalami luka parah dan pingsan,” terangnya.

Dia menambahkan, saat anggota Polsek Mangkubumi datang ke lokasi kejadian, situasi sudah sepi dan pelaku tergeletak di pinggir jalan.

“Lalu kami bawa pelaku ke rumah sakit Dr Soekardjo untuk dirawat. Kemudian kita mintai keterangan para saksi kejadian,” tambahnya.

Namun, sekira pukul 16.00 WIB, pelaku akhirnya meninggal dunia setelah sempat kritis sekira 10 jam.

Sementara itu, kakak pelaku, Ali Sadikin (39) mengaku kaget adiknya meninggal dengan cara seperti ini.

Meski dia mengakui, adiknya ini sudah melakukan kesalahan. Tetapi harusnya tak sampai dikeroyok hingga meninggal dunia.

“Menurut informasi kronologisnya adik saya kepergok warga. Kemudian dihajar warga hingga pingsan. Katanya seperti itu kronologisnya. Adik saya masuk ke rumah warga dan sudah di lantai atas,” tuturnya.

Kondisi adiknya itu sempat kritis tadi siang saat mendapatkan perawatan.

“Tapi sekarang sudah meninggal. Keinginan saya sebagai pihak keluarga ya saya minta kepada pihak berwenang agar diusut secara hukum,” katanya.

Dia mengaku tak terima adiknya dipukuli sampai meninggal walaupun memang adiknya itu telah berbuat salah.

“Ya jangan main hakim sendiri. Keluarga masih membicarakan dulu apakah akan menuntut atau tidak, mau koordinasi dulu,” ucapnya.

Jelas dia, adiknya tersebut meninggalkan 2 anak dan seorang istri.

Keseharian pekerjaan pelaku adalah kuli, jualan dan kadang nyambi di pabrik kue.

“Ya kemungkinan bisa terjadi adik saya melakukan aksi pencurian itu. Saat ditemukan di lokasi di tangan adik saya ditemukan mata kail saja,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.