Pencuri Motor & HP di Pantai Karangtawulan Cikalong Tasik Dibekuk Polisi

130
0
EKSPOSE. Satreskrim Polres Tasikmalaya ekspose pelaku pencurian dengan kekerasan di Pantai Karang Tawulan Cikalong, Selasa (20/10). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
EKSPOSE. Satreskrim Polres Tasikmalaya ekspose pelaku pencurian dengan kekerasan di Pantai Karang Tawulan Cikalong, Selasa (20/10). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan yang beraksi mengincar korbannya MA (18) di Pantai Karangtawulan Kecamatan Cikalong, Selasa (20/10).

Pelaku beraksi bersama satu orang temannya dengan mengintai terlebih dahulu korbannya di lokasi sepi. Dengan modus meminta di antar korbannya ke SPBU terdekat.

Setelah korban berhasil dibujuk mau mengantar pelaku dengan menggunakan sepeda motor korban. Kemudian di tengah jalan sepi, korban dipaksa berhenti kemudian dipukul bagian kepalanya lalu HP dan sepeda motor korban dibawa kabur.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno mengatakan, kasus yang berhasil diungkap adalah kasus pencurian sepeda motor dengan kekerasan di wilayah hukum Polsek Cikalong.

Kronologisnya, bermula pada saat korban duduk dengan kekasihnya di pinggir Pantai Karangtawulan Kecamatan Cikalong. Pelaku IR bersama temannya RP dari awal sudah mengincar korban.

“Kedua pelaku mendekati korban kemudian modusnya meminta korban mengantar ke SPBU dengan alasan habis bensin, setelah korban mau mengantar, lalu di tengah jalan sepi, pelaku meminta korban berhenti, korban menolak lalu sontak dipukul pelaku,” ungkap Hario saat ekspose.

Baca juga : 130 Santri Ponpes Cipasung Tasikmalaya Sembuh dari Corona

Kemudian, lanjut dia, setelah dipukul dua kali korban terjatuh, HP dan motor korban langsung dibawa kabur oleh pelaku. Korban kemudian melapor ke Polsek Cikalong. Lalu, Polsek Cikalong bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya melakukan penyelidikan, sampai mendapatkan informasi dari masyarakat di Cikalong ada yang menjual motor Honda Revo yang diketahui milik korban.

“Kita cari tahu siapa yang menjualnya, ternyata pelaku IR. Lalu tidak membutuhkan waktu lama dilakukan penangkapan di wilayah Kecamatan Parungponteng, tempat pelarian pelaku,” terang dia.

Dia menambahkan, pelaku dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. Barang bukti yang diamankan STNK, sepeda motor dan HP korban.

Pelaku IR mengaku motor hasil curian akan dijual untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan dia mengaku sebelumnya pernah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). “Iya pak, pernah dihukum penjara 5 bulan, tahun 2016 lalu, sebagai residivis kasus pencurian pemberatan,” tutur dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.