Pendaftar SMAN 2 Tasikmalaya Membludak

1243
0
DAFTAR. Suasana pendaftaran PPDB di SMAN 2 Tasikmalaya membludak Senin (17/6). Kuota PPDB jalur zonasi mendominasi sebanyak 90 persen. Fakhtur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA dibuka mulai Senin-Sabtu (17-22/6). PPDB di Jawa Barat merujuk pada Permendikbud No 51 Tahun 2018.

Pada PPDB ini, calon peserta didik diberi kesempatan memilih salah satu dari 3 jalur yang disediakan yakni jalur zonasi dengan kuota 90 persen, prestasi akademik maupun non akademik dengan kuota 5 persen dan jalur perpindahan orang tua (mutasi) 5 persen.

Pengelola Pusat Informasi dan Pengaduan PPDB SMAN 2 Tasikmalaya Iis Suminar Rahmi MPd menyatakan PPDB tahun ini memang mempertimbangkan kriteria tempat domisili calon peserta didik berdasarkan radius jarak terdekat ke satuan pendidikan.

“Hari ini pendaftar SMAN 2 cukup membludak. Sejak jam 05.00 orang tua dan calon peserta didik sudah berkumpul di depan gerbang, sekitar 500 orang,” ujarnya.

Namun, kata ia, pendaftar dibatasi dengan nomor antrean sampai 160. Sehingga yang tidak kebagian nomor antrean bisa mendaftar di hari selanjutnya.

Pendaftaran dilaksanakan secara kolektif oleh guru dan orang tua atau wali dengan membawa kelengkapan syarat-syarat yang ditentukan.

“Pendaftaran PPDB dibuka sejak pukul 06.30 sampai 14.00 WIB,” katanya. Untuk tahun ini, daya tampung siswa baru SMAN 2 sebanyak 384 siswa atau 12 rombongan belajar (rombel).

“Jalur zonasi 90 persen. Kuantitasnya lebih banyak berpihak pada jarak. Kita hanya melaksanakan tugas menyukseskan amanat dari pemerintah mengenai zonasi,” kata.

Ia mengatakan, transparansi dalam jalur PPDB dilaksanakan secara terbuka, salah satunya pendaftaran bisa menentukan titik koordinat sendiri.

Pengumuman PPDB 2019 akan digelar pada Sabtu (29/6), panitia akan menyampaikan pengumuman di kertas yang ditempelkan di dinding sekolah.

Surya (43), orang tua siswa dari Kelurahan Sukamulya Kecamatan Bungursari mengatakan, jarak rumah dengan SMAN 2 yakni 1,66 kilometer, dengan poinnya 395 sehingga ia mendaftarkan anaknya ke SMAN 2.

“Dengan sistem zonasi, tidak ada lagi istilah SMA favorit. Zonasi juga bisa menciptakan pemerataan prestasi. Pemerintah menetapkan aturan zonasi tentu sudah berdasarkan kajian yang matang,” ujar dia.

Sedangkan orang tua siswa dari Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Eka Tartika (48) mengaku tidak terlalu paham dengan sistem PPDB 2019. Ia mendaftarkan anaknya ke SMAN 2 karena dekat dengan rumahnya sekitar 2 kilometer.

“Tidak tahu sistem PPDB sekarang, yang mengetahui itu anak, orang tua mengikuti saja. Men­daftar di sini (SMAN 2) juga termasuk terdekat, hanya 10 menit da­ri rumah,” kata dia. Ia ber­harap, anaknya yang men­da­pat nilai UNBK 288,5 bisa di­te­rima di SMAN 2. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.