Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.7%

7.3%

70%

Pendapatan dari Parkir Badan Jalan di Kota Tasik Anjlok

134
0
MEMBINA. Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Hamzah Diningrat memberikan arahan kepada para juru parkir, Rabu (12/8). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Situasi pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya berdampak pada retribusi parkir badan jalan jeblok. Di semester pertama target masih jauh di bawah setengah dari target tahun ini.

Hal itu diakui, Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Hamzah Diningrat. Menurutnya, setoran dari juru parkir saat ini terbilang minim.

Baca juga : Pelanggar Tak Bermasker di Kota Tasik Sanksinya Masih Begini..

Terlebih jalur HZ Mustofa sempat ditutup di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Sangat berdampak pada retribusi parkir,” ujarnya kepada Radar, Rabu (12/8).

Perbaikan jumlah setoran juru parkir baru membaik di bulan Juli 2020, di mana Kota Tasikmalaya mulai memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Meskipun belum bisa di bilang normal. “Bulan Juli sudah lumayan, setoran yang masuk bisa sampai Rp 130 juta,” katanya.

Tahun 2020 ini, target pendapatan dari retribusi parkir badan jalan mencapai Rp 3,2 miliar. Sementara sampai bulan Juni kemarin setoran total yang masuk masih jauh di bawah Rp 1 miliar. “Ya mau bagaimana lagi, situasinya memang seperti ini,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya mulai menggenjot lagi upaya untuk menutup target tahun ini. Persoalannya i mau tidak mau dibebankan kepada para juru parkir. “Karena mereka yang menjadi ujung tombak,” terangnya.

Maka dari itu, dia mengumpulkan para juru parkir di sekitar taman kota dan memberi pengarahan khusus. Para juru parkir diminta sadar dan bisa memprioritaskan kewajibannya untuk membayar setoran. “Kita minta supaya disiplin lagi,” katanya.

Selain itu, Hamzah pun mengingatkan supaya para juru parkir selalu mengenakan maskernya, khususnya ketika bertugas. Selain karena protokol kesehatan, dia tidak ingin mereka kena sanksi Gugus Tugas.

Baca juga : Tertarik Daftar TNI/Polri? Yuk Ikut Bimbel Arjuna 12 di Cintaraja Singaparna Tasik

Salah seorang juru parkir, Iyan (79) mengaku bahwa di masa PSBB merupakan saat-saat yang sulit baginya dan rekan-rekannya. Karena pendapatannya, menurun drastis di banding hari-hari normal. “Kadang sehari itu hanya dapat Rp 10 ribu saja,” katanya

Disinggung UPTD yang mem­bebankan juru parkir untuk mengejar kekurangan target, Iyan enggan memikirkannya. Namun, dia akan berupaya sebisa mungkin memenuhi kewajiban setoran. “Tidak mau ambil pusing, saya jalani saja kerjaan kita,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.