Pendapatan Pajak Hotel dari Porsenitas Rp 50 Juta

86
0

BANJAR – Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar Heri Sapari mengakui pendapatan pajak hotel dan restoran dari pelaksanaan Porsenitas tak sampai Rp 50 juta.

Serapan itu kecil karena banyak kontingen dari luar daerah tidak menginap di hotel atau penginapan di Kota Banjar. Sehingga anggaran yang mereka bawa untuk tidur dan makan terserap Kabupaten Ciamis dan Cilacap.

”Harapan ke depannya pemerintah kota dan pihak swasta menjalin komunikasi yang baik sehingga ketika pihak swasta dibutuhkan untuk menyiapkan fasilitas tempat tidur dan sebagainya untuk tamu hotel itu bisa dilaksanakan dengan baik. Memang wajar ketika tamu hotel khususnya Porsenitas yang rata-rata merupakan PNS dan pejabat dari delapan Kabupaten itu ingin fasilitas yang baik, karena pertama mereka membutuhkan tempat istirahat yang layak. Kemudian dari sisi administrasi juga mereka membutuhkan hotel yang sudah berbadan hukum untuk kebutuhan surat perjalanan dinas (SPJ),” kata Heri kemarin Minggu (9/12).

Ia mengungkapkan hal serupa di mana Porsenitas digelar di Kabupaten Brebes Jawa Tengah, terjadi kondisi kekurangan tempat istirahat bagi atlet. Namun kejadian itu, pemerintah dan pihak swasta khususnya para pengusaha hotel langsung berbenah.

”Kota Banjar juga harapannya bisa seperti itu supaya nanti jika ada kegiatan yang sama ataupun ada pelaksanaan yang mendatangkan tamu hotel ke Kota Banjar itu anggaran mereka bisa kita serap untuk peningkatan PAD daerah dari sektor pajak hotel dan restoran,” ucap dia.

Ia tak menampik jika anggaran yang digelontorkan untuk Porsenitas besar. Nilainya Rp1,2 miliar.

Wakil Ketua ll DPRD Kota Banjar Herdiana Pamungkas menegaskan anggaran senilai Rp1,2 miliar itu memang besar, namun bukan untuk segmentasi bisnis dengan artian harus ada sistem kembali modal. Anggaran itu derealisasikan sebagian besarnya untuk pelaksanaan.

”Memang sejak penetapannya di (APBD) Perubahan untuk anggaran Porsenitas sendiri tidak hanya di Dispora saja. Tapi ada juga untuk kegiatan UMKM-nya, seni dan budayanya. Sehingga memang kurang relevansi jika dikaitkan dengan harus kembali modal dengan anggaran yang sudah dikeluarkan. Hanya saja benar jika seharusnya ada penambahan dari sisi PAD sektor pajak hotel dan restoran saat Porsenitas karena 8 kota dan kabupaten dihadirkan, dan mereka memiliki anggaran dinasnya untuk menginap dan makan di Kota Banjar. Pandangan saya ya memang perlu evaluasi ke depannya supaya maksimal dari berbagai bidang,” kata dia.

Kepala Bidan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar Nana Suryana saat dihubungi menjelaskan untuk pelaksanaan acara sukses terlaksanan. Namun kaitannya dengan PAD untuk hotel karena imbas dari sedikitnya tamu Porsenitas yang menginap di Banjar, itu urusan lebih ke pihak swasta atau pemilik hotelnya.

”Itu pihak swastanya yang menurut saya harus berbenah bagaimana caranya hotel mereka nyaman untuk ditempati. Kemudin dari sisi administrasinya juga harus mendukung,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.