Pendataan Orang Gila Jangan Asal Dong

45

BUNGURSARI – Lembaga penyelenggara pemilihan umum (pemilu) harus berhati-hati dalam memasukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ke dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pasalnya, bila pendataan dilakukan asal-asal akan memicu konflik politik.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin mengatakan tunagrahita pada dasarnya memiliki hak untuk mencoblos pada pemilu. “Setiap warga negara Indonesia punya hak suara. Itu semangat yang kita pegang,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (2/12).

Namun demikian, kata dia, pelibatan orang dengan keterbelakangan mental dalam menggunakan hak pilih cukup berpotensi menimbulkan masalah. “Tahu sendiri, saat pencoblosan warga bisa berselisih hebat hanya karena satu atau dua suara,” tuturnya.

Tentu saja Bawaslu dan KPU sudah membahas persoalan tersebut. Kedua lembaga ini mengklasifikasikan ODGJ menjadi tiga kelompok. “Istilahnya apa ya, secara umum ada yang parah, sedang dan ringan,” katanya.

Dalam hal ini, KPU juga akan bekerja sama dengan tenaga medis atau dokter berkompeten. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.