Pendataan Vaksinasi di Kota Banjar Harus Akurat

34
0
Tri Pamuji Rudianto Wakil Ketua DPRD Banjar
Tri Pamuji Rudianto Wakil Ketua DPRD Banjar
Loading...

BANJAR – Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamuji Rudianto meminta Pemkot Banjar melakukan pendataan akurat untuk jumlah masyarakat berdasarkan rentang usia. Sebab, kata dia, vaksin Sinovac berdasarkan uji klinis sudah ada batasan usia 18 sampai 59 tahun.

“Vaksinasi Covid 19 ini, terutama vaksin Sinovac dilihat dari usia sasaran berdasarkan uji klinis yang sudah dilaksanakan ada batasan usia 18-59 tahun. Ini berarti harus ada jumlah yang pasti dari jumlah penduduk Banjar sebanyak 206 ribu lebih yang berusia 18-59 tahun. Jumlah tepatnya ada berapa? Datanya harus akurat,” kata Tri Kamis (14/1).

Ia menjelaskan program vaksin yang kini mulai disalurkan pemerintah harus berjalan dengan baik demi Indonesia bebas dari Covid-19. “Mari kita sukseskan tujuan mulia itu di Banjar. Untuk mencapai itu, tentu diperlukan tahapan yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen di Banjar. Elemen utama yang harus siap dan sigap yang pertama tentu pemerintah daerah,” katanya.

Baca juga : Tahap Pertama, Kota Banjar Terima 1.223 Dosis Vaksin

Menurutnya, kesiapan itu penting dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjar. Tidak hanya menyerahkan kepada Dinas Kesehatan terkait dengan kewenangan dinas lain juga. Belum lagi, tambahnya, untuk persiapan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan vaksinasi, tentu juga harus dipersiapkan dengan baik.

loading...

“Satu tempat bisa melayani berapa orang tiap hari, sasaran tahap pertama berapa yang harus dilaksanakan dan waktu pelaksanaan harus kapan selesai. Belum lagi terkait dengan kesiapan SDM pelaksana vaksinasi, yang tentu juga perlu penyiapan secara baik. Dengan kesiapan pemerintah daerah yang maksimal dan dengan dukungan masyarakat semoga kita secepatnya bebas dari Covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Andi Bastian mengatakan jumlah vaksin untuk Kota Banjar tahap pertama sebanyak 1.223 buah. Vaksin tersebut akan disuntikan kepada tenaga kesehatan yang menjadi prioritas utama dalam penyaluran vaksin Sinovac.

“Jumlah pada tahap pertama yang sudah terkonfirmasi sebanyak 1.223 buah. Itu akan disalurkan kepada tenaga kesehatan. Karena untuk penerima pertama vaksin di Kota Banjar adalah tenaga kesehatan,” kata Andi Bastian.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar Suyitno mengatakan belum ada instruksi dari pemerintah pusat untuk melakukan pengadaan vaksin jika jumlah yang diterima kurang dari kebutuhan.

“Belum ada instruksi atau dasar aturannya untuk menyiapkan anggaran pembelian vaksin yang dibebankan ke APBD Banjar. Saat ini kami hanya menyiapkan anggaran di pos Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk persiapan kebutuhan penanganam Covid-19,” kata dia. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.